Pak Bupati Mesuji “Mbah Amar Tidur di Temani Kambing”

24

MESUJI—Mbah Amar, begitulah sapaan akrap sosok orang tua sebatang kara yang tinggal di gubuk reot di daerah persawahan, tepatnya di Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji.

Sudah kurang lebih sepuluh tahun Mbah Amar bermukim di gubug yang nyaris tak layak dihuni manusia tersebut, ia tinggal seorang diri lantaran istrinya telah pergi beberapa tahun yang lalu.

Bangunan yang ia diami saat ini kira kira berukuran 4 x 6 m yang terbuat dari kayu dengan lantai geladak agak tinggi sebagai pembatas manakala ia tinggal di atas sementara tiga ekor kambing mikiknya ditempatkan di bawah.

Miris jika melihat hunian pria yang berasal dari Ponorogo Jawa timur ini, terlihat atap yang terbuat dari daun nipah yang sudah usang dan terdapat lubang di mana mana sehingga jika hujan selalu bocor, hingga air akan masuk ke bagian dalam gubuk tersebut.

Lebih mempruhatinkan lagi jika melihat dinding rumah tersebut yang hanya terbuat dari terpal plastik bekas yang diapit dengan kayu serta bambu.

Berbekal sebidang lahan sawah miliknya, laki laki yang lahir pada tahun 1948 ini menyambung sisa hidupya, tubuhnya yang kurus serta kulitnya yang hitam serta keriput menandakan bahwa, ia adalah pekerja keras meski telah memasuki usia senja.

Konon, dulu dia juga mempunyai rumah serta pekarangan di desa pangkal mas, lantaran tidak tahan dengan bau kotoran sapi milik tetangga kanan kirinya, ia memilih tinggal menyendiri, adapun pekarangan rumahnya ia wakafkan untuk dibangun rumah ibadah.

” ya dulu saya gak tinggal disini mas, kira kira sepuluh tahun yang lalu kaplingan rumah saya wakafkan untuk masjid dan saya membuat rumah disini, bau kotoran sapi itu nyengat banget kan sapinya banyak para tetangga itu, saya gak tahan, ” tuturnya

Saat disinggung apakah tidak ada pihak pemerintah yang memberikan bantuan, mbah amar yang masih fasih berbahasa indonesia ini mengatakan tidak pernah ada, namun ia juga tidak menafikan kenyataan jika ada yang memberi bantuan maka ia pun akan ikhlas menerimanya.

” gak ada mas kalau bantuan rumah, cuma dulu pernah ada yang kesini nawari bantuan tapi suruh nyiapin matrial, terus terang saya gak sanggup mas, tapi kalau bantuanya di bikinkan rumah tanpa saya keluar duit dulu, ya Insya Allah akan saya terima, ” ucapnya.

Prihatin dengan keberadaan mbah amar, crew media mencoba mendatangi kepala desa setempat untuk mendapatkan konfirmasi, namun sayangnya sang kepala desa tidak berada ditempat sementara handphone miliknya pun dalam keadaan tidak aktiv.

(Hl/Rado)