Proyek KA Cepat Telan Rp40 Triliun

0
12

JAKARTA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatat setidaknya akan menghabiskan biaya Rp 40 triliun untuk proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung hingga akhir 2019. Adapun total biaya sebesar Rp 80 triliun untuk keseluruhan proyek.

“Kalau kita bisa sampai selesai 50 persen berarti spending-nya (pengeluaran) sampai dengan akhir 2019 besarannya Rp 40 triliun,” kata Direktur Utama Wika, Tumiyana di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Tumiyana menjelaskan, jumlah dana yang akan digunakan sampai akhir tahun itu dengan asumsi bahwa progres konstruksi bakal menyentuh kisaran 49-51 persen di akhir 2019. Hitungnya adalah total investasi Rp 80 triliun dikalikan progres. Namun, saat ini dana yang sudah dipakai yakni sekitar Rp 21 triliun.

“Untuk mencapai 27 persen itu berapa besarannya yang dipakai, uang dipakai, 27 persen kalikan Rp 80 triliun, nanti dihitung sendiri. Itu adalah penyerapan (sampai saat ini). Sampai akhir tahun berarti akan menuju ke angka Rp 40 triliun,” ujarnya.

WIKA melaporkan progres pengerjaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung kini telah mencapai 27,2 persen. Proyek perkeretaapian ini sendiri digarap oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). “Sekarang progresnya sudah 27,2 persen per minggu lalu,” tambahnya.

Sementara itu, untuk progres pembebasan tanah proyek kereta cepat sudah mencapai 97,3 persen. WIKA menargetkan pada akhir tahun progres pengerjaan proyek tersebut sudah pada posisi 49 persen. “Minggu lalu tinggal 2,7 persen sisa pembebasan tanah.

Sisanya terdiri dari fasilitas sosial dan fasilitas umum,” sambungnya. Dana yang digunakan untuk proyek ini berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB). Proyek ini akan dikerjakan selama 36 bulan kalender kerja untuk pekerjaan kontruksi membangun trase sepanjang 142,3 km. Sehingga ditarget sudah bisa beroperasi pada 2021 mendatang. ant

Haluan TV APK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here