Manajemen Grab Dikritik Mitra Usaha

0
62

BANDARLAMPUNG – Latifa Nurhasanah, pemilik usaha makanan ringan di Dusun Tamba Sari, Desa Tamba Rejo Barat, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu mengeluhkan layanan Grab online

Larifa kecewa, pihak Grab tidak bekerja profesional dan tidak memberitahukan usahanya sudah menjadi mitra Grab lebih dulu.

Dia mengaku sudah mendaftarkan usahanya sejak awal Februari 2019 lalu melalui situs jual makanan online atau biasa si kenal banyak orang GrabFood ke Grab Center.

Ia juga sudah menyerahkan seluruh persyaratan yang diminta Customer Service (CS) Grab.

“Kami sudah sampai tahap registrasi, tapi hingga kini belum diaktifkan juga,” ujar Latifa.

Dulu, sekitar bulan Mei, jelas Latifa pernah ada orang Grab datang ke tempat usahanya untuk survey. Waktu itu, ia diminta menunggu paling lama satu minggu.

Lalu, pada awal Juni, Latifa tiba-tiba mendapat telepon dari Grab meminta persyaratan yang sudah pernah ia berikan. Ia pun segera memenuhi permintaan itu.

Tiba-tiba pada 6 Agustus kemarin, ada Driver Grab yang datang ke Kios Bengkel Perut miliknya. Si sopir Grab mengatakan bahwa dirinya mendapat orderan.

Kontan Latifa kaget. Ia tidak siap, karena belum ada pembicaraan dengan Grab terkait bagi hasil dan juga Sharing Profit serta pengaktifan Akun melalui Aplikasi yang akan di pegang oleh si pemilik toko atau produksi.

“Ya saya bingung. Pelayanan Grab kok kayak gini, berantakan. Saya takutnya nanti ini bisa bermasalah, kalau akun atau aplikasi saya saja belum ada, saya kan nunggu konfirmasi dari pihak Grab nya mas, malah gak jelas gini, bingung saya,” ujar Latifa. (Refky)

Haluan TV APK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here