BRI Raup Laba Rp 16,16 Triliun

0
26

JAKARTA, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berhasil mencatatkan pertumbuhan laba konsolidasian sebesar 8,19 persen menjadi Rp 16,16 triliun secara tahunan (yoy).

Meski mencatat pertumbuhan laba, Direktur Utama BRI Suprajarto mengakui adanya pertumbuhan laba yang melambat dibanding semester I 2018 yang mencapai 11 persen. “Ya, memang benar kita laba konsolidasian semester I 2019 itu naik 11 persen,” kata Suprajarto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Suprajarto mengatakan, lambatnya pertumbuhan laba di semester I 2019 disebabkan oleh perubahan dan akuisisi anak perusahaan yang saat itu memiliki berbagai masalah. Hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan laba tergerus.

“Kenapa hanya tumbuh 8,19 persen? Karena ada perubahan anak perusahaan yang baru kita akusisi tahun lalu dan ada beberapa masalah di situ. Namun, itu sudah dalam perhitungan valuasi saat kita akuisisi karena kita yakin asetnya ada. Ini yang membuat laba tergerus,” ujar Suprajarto.

Sementara itu, pertumbuhan laba di semester I tahun ini didukung oleh berbagai segmen yang mengalami pertumbuhan positif. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 12,48 persen ke posisi Rp 945,05 triliun dari posisi Rp 838 triliun di kuartal II 2018.

Proporsi DPK ini masih didominasi oleh dana murah atau CASA sebesar 57,35 persen. “Selain DPK, kredit juga tumbuh secara konsolidasian pada triwulan II 2019. Saluran kredit naik 84 persen menjadi Rp 388,2 triliun dibanding triwulan II 2018 sebesar Rp 794,3 triliun,” kata Suprajarto.

Suprajarto menyebut, faktor lain yang menopang pertumbuhan laba Bank BRI adalah fee based income dan KUR. Fee based income tumbuh menjadi Rp 12,11 triliun pada kuartal II 2019 dibanding tahun sebelumnya dengan perolehan Rp 10,28 triliun (yoy).

“Sedangkan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga akhir Juni 2019 KUR berada di posisi Rp 50,29 triliun yang disalurkan kepada 1,2 juta debitur. Setara dengan 57,8 persen dari target penyaluran kredit yang di breakdown oleh pemerintah untuk BRI di tahun 2019,” kata dia. Hingga akhir Juni 2019, BRI mencatatkan total aset sebesar Rp 1,288,20 triliun atau tumbuh 11,70 persen (yoy).ant

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here