Mabuk Sabu dan Tuak, Penabuh Gendang Gagal Perkosa Nenek

10

LAMPUNG TENGAH – Setelah minum tuak dan mengonsumsi sabu-sabu (SS), Giyatno (39) warga Gg. Jengkol, Kampung Lempuyangbandar, Kecamatan Waypengubuan, Lampung Tengah, mencoba melakukan pemerkosaan terhadap nenek Sringatun (65), warga Dusun IV, Kampung Lempuyangbandar.

Kapolsek Waypengubuan Iptu Widodo Rahayu mewakili Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma Jemy menyatakan, tersangka percobaan pemerkosaan yang berprofesi sebagai penabuh gendang kuda kepang ini ditangkap di rumahnya, Minggu (11/8) sekitar pukul 01.00 WIB.

“Kita tangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/ 45- /VII/2019/RES LT/SEK Way Ubu, tanggal 16 Juli 2019. Korbannya Sringatun (65), warga Dusun IV, Kampung Lempuyangbandar. TKP-nya di rumah korban,” katanya.

Kronologis kejadiannya, kata Widodo, pintu belakang rumah korban diketuk tersangka saat sedang salat, Selasa (16/7) sekitar pukul 01.00 WIB.

“Setelah selesai salat, korban membuka pintu sambil menanyakan siapa dan dari mana. Tersangka menjawab dari Kampung Bandarsakti. Tersangka beralasan minta air minum. Korban pun memberikan air minum,” ujarnya.

Tiba-tiba, kata Widodo, tersangka menarik tangan korban ke kamar dan membuka celananya. Tersangka memaksa membuka baju, rok, dan celana dalam korban sambil menyekap mulutnya agar tak berteriak.

“Tersangka juga mencoba memeluk, korban memberontak sambil menendang. Korban berhasil lari lewat pintu belakang sambil berteriak minta tolong,” ungkapnya.

Selanjutnya, tersangka berusaha mengejar dan membungkam mulut korban yang hanya tinggal sendiri ini. Tidak berapa lama anak-anak santri Ponpes Nurul Qodiri yang ada di sekitar lokasi menghampiri korban dan tersangka. Tersangka lari dalam keadaan telanjang tanpa celana.

“Celana jinsnya, sandal karet warna cokelat, dan topi motif loreng yang dikenakan tertinggal. Celana, sandal, dan topi ini yang membantu kita bisa mengungkap kasus ini,” ungkapnya.

Sedangkan tersangka yang beranak tiga dan memiliki satu cucu ini saat diinterogasi petugas mengaku mengonsumsi SS sebelum melakukan aksi percobaan pemerkosaan.

“Abis pake sabu di pinggir kali samping pondok pesantren sekitar pukul 00.00 WIB. Siangnya minum tuak saat main kuda lumping di Dusun Kayupalis, Kampung Lempuyangbandar,” akunya.

Giyatno menuturkan dirinya sudah hampir satu bulan tidak teguran dengan istri.

“Banyak pikiran. Pusing saya, Pak. Khilaf saya, Pak,” katanya.
Giyatno mengaku melihat korban seperti bidadari. “Nggak tahu, khilaf. Melihat cantik seperti bidadari,” tuturnya. (Rendra/JJ)