Menristekdikti Apresiasi Siswa SMA Temukan Obat Kanker

9

Jakarta – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengapresiasi atas karya dari tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang menemukan akar bajakah sebagai obat kanker.

“Kami ingin mengapresiasi hasil yang telah dilakukan oleh anak Indonesia yang sudah diakui dunia itu,” katanya kepada wartawan, usai acara pengumuman Klasterisasi Perguruan Tinggi Tahun 2019, di Gedung Ristekdikti, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Nasir mengatakan Kemenristekdikti akan membantu memfasilitasi jika dimungkinkan untuk dilakukan pengembangan riset lebih lanjut. Pihaknya juga akan memfasilitasi bagaimana cara memberikan paten pada hasil inovasi tersebut. Selain itu, katanya, perlu ada pengembangan riset yang harus dilakukan di laboratorium.

Kementerian tersebut dapat memfasilitasi para siswa yang menemukan akar bajakah sebagai obat kanker untuk berkolaborasi dengan universitas setempat, sehingga mendapat dukungan terutama untuk sarana prasarana penelitian.

Berkaitan itu, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran dalam waktu dekat ini segera mematenkan temuan tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya bernama Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani tentang obat kanker itu.

“Obat kanker yang ditemukan tiga pelajar dari SMAN 2 Palangka Raya itu segera dipatenkan, bahwasanya obat dari tumbuhan yang mereka olah dari batang pohon tersebut takutnya kalau tidak dipatenkan diambil oleh negara lain,” kata Sugianto Sabran, usai bertemu tiga siswa tersebut di Palangka Raya, Selasa (13/8/2019).

Sugianto mengatakan, obat kanker dari keanekaragaman hayati di provinsi ini, juga sudah terbukti bisa menyembuhkan seseorang warga yang menderita penyakit kanker.

“Mereka ini juga sudah pernah memenangkan kejuaraan dunia di Korea tentang hal ini. Maka dari itu mereka harus benar-benar diperhatikan, karena apa yang didapatkan mereka itu sangat langka di dunia ini dan bahan obat tersebut hanya ada di Kalteng,” ujarnya.

Gubernur Kalteng itu juga memberikan reward kepada mereka bertiga. Bahkan para penemu obat kanker tersebut jangan sampai keluar daerah tidak izin dengan pemerintah daerah, agar ilmu yang mereka miliki itu tidak diambil oleh daerah lain serta negara-negara besar yang sudah mengetahui manfaat obat herbal yang mereka ramu itu yang sehari-hari disebut masyarakat dayak yakni akar bajakah. (ANTARA)

Haluan TV APK