oleh

Mahasiswa Lampung Bergerak

[vc_row_inner][vc_column_inner width=”1/2″][td_block_text_with_title custom_title=”14 POIN TUNTUTAN MASSA:”]
  1. Hentikan kriminalisasi
    terhadap gerakan tani.
  2. Hentikan perampasan lahan.
  3. Wujudkan reforma agraria berkeadilan
    gender.
  4. Tolak kebijakan yang tidak pro rakyat (RUU
    Pertanahan, RKUHP, Revisi UU Ketenagakerjaan,
    Revisi UU Pemasyarakatan, Revisi UU Minerba).
  5. Cabut UU KPK hasil revisi terbaru.
  6. Tolak Capim KPK terpilih.
  7. Tuntaskan pelanggaran HAM dan kerusakan lingkungan
    hidup.
  8. Tolak kenaikan BPJS, BBM, dan listrik.
  9. Cabut PP No 78 tahun 2015.
  10. Hapus sistem kerja kontrak dan out sourching.
  11. Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis.
  12. Cabut UU ORMAS.
  13. Hentikan represifitas terhadap
    aktivis pro-demokrasi.
  14. Selesaikan konflik pertanahan
    di Lampung.
[vc_row_inner][vc_column_inner width=”1/2″][td_block_text_with_title custom_title=”-“]

BANDARLAMPUNG –Jutaan mahasiswa Lampung bergerak turn ke jalan menolak revisi RUU KPK, RUU pertanahan, RKUHP, RUU Ketenagakerjaan hingga kenaikan tarif dasar listrik, BPJS dan BBM.

Baca Juga :  Popularitas Elektabilitas Eva-Deddy Lebih Unggul

Massa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Untuk Indonesia ini berhasil menduduki gedung DPRD Lampung, Selasa (24/9).

Dalam aksinya, mahasiswa, kaum buruh, tani dan pekerja ini menuntut DPR RI dan pemerintah pusat untuk sama-sama membatalkan dan tidak mengesahkan revisi RUU KPK, RUU pertanahan, RKUHP, RUU Ketenagakerjaan hingga kenaikan tarif dasar listrik, BPJS dan BBM.

Koordinator aksi Cristin menyampaikan, bertepatan dengan Hari Tani Nasional dan semangat cita-cita bersama untuk pemerataan kesejahteraan. Namun, justru belakangan seolah DPR RI menggerogoti reformasi.

“Ini murni gerakan dari kaum buruh, tani, rakyat dan mahasiswa, dan ini merupakan moment bersejarah bagi rakyat Lampung khususnya,” ujarnya saat memberikan orasi, dalam aksi di Gedung DPRD Lampung.

Baca Juga :  Pasar Gadingrejo Dilalap Sijago Merah, 6 Kios Hangus Terbakar

Menurutnya, nawacita presiden Joko Widodo hingga saat ini belumlah terasa bagi rakyat miskin dan para petani untuk pemerataan ekonomi belum dirasakan oleh rakyat secara utuh.

“Kita belum merasakan, ini sudah mau merubah RUU yang semakin menyengsarakan rakyat,” jelasnya. (Uwi/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed