oleh

Petani Moro-Moro Tolak Reformasi Agraria Palsu

MESUJI – Peringati Hari Tani ke 59, ratusan petani Moro-moro, Register 45 Mesuji, Lampung, turun ke jalan menolak reformasi agraria yang dinilai palsu dan segera melaksanakan reformasi agrarian sejati serta mendesak pemerintah mencabut HGU PT Silva Inhutani.

Massa petani yang tergabung dalam Persatuan Petani Moro-moro Register 45 Way Serdang (PPMWS) menilai, masalah fundamental RUU Pertanahan tidak dapat dilepaskan dari program reforma agraria dan perhutanan sosial (RAPS) yang mendukung percepatan investasi yang secara nyata, tidak memiliki tujuan untuk mengurangi ketimpangan kepemilikan tanah apalagi menghapuskan masalah utama yakni monopoli tanah.

Dalam tuntutannya massa meminta pemerintah Jokowi harus menghentikan landreform palsu dan menjalankan landreform sejati. Cabut HGU PT, Silva Inhutani, naikan upah buruh dan buruh tani harian lepas (BHL) serta perbaikan kondisi kerja buruh perkebunan.

Baca Juga :  Petani Terancam Rugi, Harga Singkong di Mesuji Anjlok Jadi Rp 800 Per Kilo

Berikan pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi warga Moro-moro serta , penuhi hak konstitusional warga Moro-moro.

Selanjutnya, hentikan penangkapan dan pemidanaan, pemenjaraan terhadap kaum tani yang menuntut hak atas tabah serta tindak tegas.

Naikan harga komoditas kaum tani serta turunkan harga kebutuhan pokok rakyat, turunkan harga input pertanian (SAPROTAN) dan berikan kepastian harga jual produk pertanian. (Mon/JJ)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed