oleh

Reaksi Pemerintah Ngabalin: Presiden Sudah Menyerap Aspirasi

TENAGA Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, mengatakan pemerintah sudah mendengarkan aspirasi dari masyarakat. Hal ini ditunjukkan dari sikap Presiden Jokowi terhadap RKUHP.

“Presiden dengan tegas menyampaikan kepada publik tanah air bahwa meminta kepada DPR untuk ditunda. Jadi, haluannya ke DPR,” kata Ngabalin, Selasa (24/09).

Ngabalin melanjutkan, persoalan di Papua juga sedang diselesaikan pemerintah. “Kalau soal Papua kan sedang ditangani juga oleh Kepolisian negara,” katanya.

Ia juga mengklaim Presiden Jokowi sekarang ini telah menyerap aspirasi dari para pengunjuk rasa.

“Presiden telah mendengar, presiden meminta untuk rapat konsultasi,” kata Ngabalin.

Selain itu, Ngabalin juga khawatir gerakan mahasiswa ini disusupi kepentingan lainnya.

Baca Juga :  DPP PAN Terbitkan SK Kepengurusan PAN Lampung

“Aksi ini normal saja, yang kita khawatirkan itu adalah pihak-pihak yang memanfaatkan, kasian mahasiswa yang dengan tulus, dengan ikhlas, menyuarakan kepentingan publik, tapi disusupi nanti penumpang-penumpang gelap,” lanjutnya.

Ia juga berpesan kepada kampus, rektor dan dosen untuk menarik mahasiswa kembali ke dalam kelas. “Mahasiswa mesti kembali, masuk kampus. Masa depan mereka harus mereka songsong dengan waktu yang butuh waktu lama. Jangan sampai mereka terganggu,” kata Ngabalin.

Sehari sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, ada pihak yang sengaja membuat Indonesia gaduh. Bahkan, kata dia, ada pihak yang ingin Joko Widodo atau Jokowi tidak jadi dilantik sebagai Presiden 2019-2024.

“Ada yang mengharapkan seperti itu (Jokowi tidak dilantik),” kata Moeldoko di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/9).

Baca Juga :  50,2% Publik Ingin Pilkada 2020 Ditunda

Karena itu, lanjut Moeldoko, Jokowi kerap menggelar rapat dengan Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian terutama pada hari ini (23/9). Hal itu dilakukan untuk membuat mengamankan Indonesia hingga masa pelantikan presiden pada 20 Oktober mendatang.

“Ya relatively bahwa situasi ya memang ada prioritas prioritasnya. Setidaknya sampai pelantikan berjalan dengan baik,” ucapnya.

Dia menjelaskan, memang ada beberapa hal prioritas dalam hal pengamanan. Dia pun ingin Indonesia tetap aman hingga ada tiba massanya Joko Widodo atau Jokowi dilantik sebagai presiden 2019-2024. (*)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed