oleh

Sekretaris Demokrat Lampung Ditahan, Polres Belum Terima Surat Penangguhan

BANDAR LAMPUNG-Polresta Bandar Lampung belum juga menerima surat pengajuan penangguhan penahanan Sekretaris DPD Partai Demokrat Lampung Fajrun Najah Ahmad. Fajrun Najah Ahmad alias Fajar ditahan atas dugaan kasus tipu gelap senilai Rp2,75 miliar.

“Tapi itu hak tersangka. Nanti kalau sudah ada, kita baca, pelajari, dan proses. Diterima atau tidak menjadi kewenangan penyidik,” kata Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rossef Efendi, Selasa (24/9).

Rossef belum mau berbicara banyak terkait kasus Fajrun, termasuk kemungkinan ada pihak lain yang terlibat. Santer kabar mantan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo terlibat dan bakal diperiksa sebagai saksi. “Belum, itu masih pendalaman,” kata mantan Kapolsek Natar itu.

Baca Juga :  "Jangan Sampai 3X" KPU Kota Tolong Sampaikan Pertanyaan Ini

Saat ini, Fajrun ditahan hingga 20 hari ke depan dan penyidik sedang merampungkan berkas perkara tersebut untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung. “Sementara kita duga dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan,” katanya.

Sebelumnya Fajar diperiksa marathon sejak 22-23 September 2019, Sekretaris DPD Partai Demokrat Lampung Fajrun Najah Ahmad akhirnya ditahan di Mapolresta Bandar Lampung.”Ia benar kemarin sudah ditahan, penyidik menggunakan haknya untuk melakukan penahanan,” ujar Kuasa Hukum Fajrun Ahmad Handoko, Selasa (24/9).

Handoko menambahkan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan pengajuan penangguhan penahahanan. Salah satu penjaminnya yakni sang Istri Putri Kartarina.

“Istri dan keluarga bersedia menjamin, kita harap bisa diterima oleh penyidik karena kondisi bang Fajar, memang sedang tidak baik (sakit),” paparnya.

Baca Juga :  Pasar Gadingrejo Dilalap Sijago Merah, 6 Kios Hangus Terbakar

Sementara Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rossef Efendi membenarkan hal tersebut.”Ia ditahan,” katanya.

Fajrun diduga melakukan penipuan dengan nominal Rp2,75 miliar atas pelapor Namuri Yasin, dan disangkakan dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan. (Tara/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed