oleh

Cabai Merah Picu Deflasi 0,18 Persen

BANDARLAMPUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung menyampaikan hasil resmi statistik Indeks Harga Konsumen Gabungan Lampung yang menurun dari 139,55 pada Agustus menjadi 139,30 di September.

“Dengan kondisi itu, kami laporkan bahwa Lampung mengalami deflasi 0,18%. Deflasi didorong oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran bahan makanan hingga 3,06 persen,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik Lampung, Yeane Irmaningrum, Selasa (1/10).

Penurunan Indeks kelompok bahan makanan sangat dipengaruhi turunnya harga cabai merah yang sebelumnya sempat membumbung tinggi.

Sementara itu, enam kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi khususnya pendidikan, rekreasi, dan olahraga yang mencapai 6,07%.

“Walaupun hanya satu kelompok, tetapi dapat membentuk deflasi dengan andil 0,77%. Dari bahan makanan itu, cabai merah kembali berperan besar dalam pembentukan. Jika biasanya inflasi, sekarang berandil dalam membentuk deflasi sebesar 0,5%,” kata dia.

Baca Juga :  Comeback, Bandarlampung Red Zone

Komoditas lainnya yang turut dominan membentuk deflasi adalah bawang merah (0,18%), tomat sayur (0,05%), telur ayam ras dan cabai rawit (0,03%), timun, petai, bawang putih (0,02%), cung kediro dan ayam hidup (0,01%). Namun, deflasi itu diimbangi dengan enam kelompok lainnya yang mengalami inflasi, seperti pada pendidikan, rekreasi, dan olah raga mencapai 6,07%.

Lalu kelompok sandang 0,48%, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan hakar (0,25%), kesehatan (0,22%), transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,11%), dan makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,06%).
Pembentukan deflasi ini menempatkan Bandar Lampung di peringkat ke-33 dari 82 kota dan ke tujuh di Sumatera,” (Uwi)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed