oleh

Buruh Pelabuhan Panjang Ancam Mogok Kerja

BANDARLAMPUNG –Nasib buruh bongkar muat yang tergabung dalam Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, hingga kini masih belum jelas.
Terlebih, proses hukum atas dugaan penggelapan hingga registrasi ulang buruh mandek. Terkait hal itu,

Kuasa hukum buruh, Arif Hidayatullah mengatakan, bahwa hingga saat ini belum ada kepastian dari pihak KSOP selaku panitia dalam menyelenggarakan registrasi.
“Sudah dua bulan lebih dari proses registrasi, namun para buruh belum mendapatkan kepastian mengenai kartu tanda anggota (KTA) koperasi TKBM Panjang,” ungkap Arif, Selasa (8/10).

Menurut Arif, KTA ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan hak-hak buruh.
“Buruh yang tidak memiliki KTA, tidak bisa mendapatkan hak normatif mulai dari jaminan kesehatan, jaminan hari tua, perumahan dll. Ini sangat urgen karena berkaitan dengan kesejahteraan buruh. Sehingga wajar jika buruh meminta kejelasan,” jelasnya.
Mantan Sekjen LMND ini juga menerangkan bahwa saat ini sudah mulai terjadi gejolak di kalangan buruh.

“Kawan-kawan buruh sudah mulai kehabisan kesabaran dan ingin melakukan demonstrasi hingga mogok kerja. Saya kira ini ekspresi yang wajar, karena berkaitan dengan hak mereka yang sudah dipotong secara otomatis oleh koperasi namun karena tidak memiliki KTA, para buruh ini tidak mendapatkan haknya” terang arif.


“Buruh yang tidak memiliki KTA, tidak bisa mendapatkan hak normatif mulai dari jaminan kesehatan, jaminan hari tua, perumahan dll. Ini sangat urgen karena berkaitan dengan kesejahteraan buruh. Sehingga wajar jika buruh meminta kejelasan,” jelasnya.
Mantan Sekjen LMND ini juga menerangkan bahwa saat ini sudah mulai terjadi gejolak di kalangan buruh.

“Kawan-kawan buruh sudah mulai kehabisan kesabaran dan ingin melakukan demonstrasi hingga mogok kerja. Saya kira ini ekspresi yang wajar, karena berkaitan dengan hak mereka yang sudah dipotong secara otomatis oleh koperasi namun karena tidak memiliki KTA, para buruh ini tidak mendapatkan haknya” terang arif.

Saat ini pihaknya sudah melayangkan surat kembali kepada KSOP Pelabuhan panjang gua meminta kepastian.

“Kemarin kami sudah mengirimkan surat kepada KSOP. Ini salah satu upaya kami untuk meredam para buruh. Saya berharap kepada stakeholder terkait agar segera meresponnya,” tutup Arif. (Rls/JJ)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed