“OTT KPK” Kapoknya Kapan?

0
8

@Ilwadi Perkasa


SEPERTI pernah saya bilang, KPK itu rajin berkeliaran di sini. Dan jangan kira, habis nangkap dan membawa geng Agung ke Jakarta, KPK da da da da. KPK itu selalu ada, jika fee proyek masih menjadi budaya.

SEPERTI diketahui bersama, Tim Satuan Tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (Satgas KPK) menggelar operasi tangkap tangan di Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, Minggu (6/10) malam.

Salah satu yang ditangkap adalah Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara. Agung disangka “berbuat dosa”. Dosa legenda senusantara. Suap!

Itu peristiwa empat hari lalu. Ramai di media dan disambut sukacita oleh sejumlah warga. Agung seketika “menggelundung” seiring semburan darah dari leher hewan kambing yang dipotong sebagai tanda syukur, mungkin juga sebagai luapan kebencian.

Kini, Agung sudah ditahan KPK. Tiga hari dibui, tanpa ditemani jaket kulit warna coklat, kesukaannya.

Sementara Agung diperiksa di Jakarta, KPK menggerakkan kembali anggotanya. Kemarin, Rabu (9/10), rumah dinas Agung diperiksa, digeledah dengan pengawalan ketat anggota Brimob Lampung.

Ini bukti, anggota KPK masih ada. Di sini, dekat sekali. Bahkan saya menduga, pemeriksaan oleh KPK masih akan berlanjut ke rumah-rumah pribadi Agung.

Ini biasa atau lazim dilakukan KPK untuk mengumpulkan keterangan dan bukti sebanyak-banyaknya. Kasus OTT Mesuji misalnya, anggota KPK harus berkali-kali datang memeriksa rumah dinas bupati dan kantor dinas terkait di sana.

Sekali lagi, itu operasi biasa. Cuma untuk melengkapi data dan bukti semata. Yang menyeramkan adalah operasi yang mendahuluinya, yakni operasi beberapa bulan, beberapa hari, beberapa jam, sebelum OTT dilakukan.

Itulah operasi senyap yang tidak diketahui kapan dilakukan. OTT datang tiba-tiba. Menangkap semua pelaku, sekaligus mengubur nama besar dan kewibawaan para pembesar.

Dan sekarang apa! Belum takut juga!

Haluan TV APK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here