oleh

Proyek Satker PIP Cipta Karya Provinsi Lampung, Proyek ‘PISEW’ Juga ‘Bermasalah’

BANDARLAMPUNG-Dugaan ‘Permainan’ sejumlah proyek yang dikelola Satker Pengembangan Infrastruktur Pemukiman (PIP) Cipta Karya Provinsi Lampung ternyata tidak hanya terjadi pada proyek Rehabilitas 9 gedung SDN, tapi dugaan yang sama juga terjadi pada sejumlah Proyek Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah (Pisew) 2019.

Berdasarkan hasil investigasi, kualitas pekerjaan proyek rigid beton di Kecamatan Ambarawa, Pekon Jatiagung, senilai Rp600 juta meragukan.
Betapa tidak, diduga penggunaan material beton tidak sesuai dengan ketentuan teknis. Bahkan, sebagian sisi jalan rigid beton banyak yang terkelupas, diduga adukan semen beton minim material.

Selain itu, jalan rigid beton perbatasan Pekon Jatiagung-Tanjung Anom-Ambarawa Barat diduga tidak sesuai volume.
Untuk diketahui, proyek Pisew ini digelontorkan Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang diserahkan pengelolaan kepada Dirjen Cipta Karya Lampung untuk pengembangan 5 kabupaten di Lampung di antaranya, Tanggamus, Pringsewu, Lampung Selatan, Lampung Tengah dan Tulangbawang.

Anggaran yang digelontor untuk masing-masing kecamatan Rp600 juta terdiri 15 kecamatan di lima kabupaten.
Diberitakan sebelumnya, dugaan adanya penyimpangan pada pelaksanaan proyek rehabilitas 9 SDN di Pringsewu, Pesawaran dan Tanggamus yang dikelola Satker Pengambangan Infrastruktur Pemukiman (PIP) Cipta Karya Provinsi Lampung, digiring ke ranah hukum.

Baca Juga :  Dirlantas Polda Lampung Silaturahmi Dengan Awak Media

Pasalnya, selain berpotensi rugikan negara, proyek yang dikerjakan PT Dian Cipta Indonesia (DCI) dengan total nilai Rp14 miliar itu diduga tidak sesuai dengan ketentuan teknis.

“Jika adanya temuan pada setiap pengelolaan proyek APBD atau APBN segera laporkan. Laporan tersebut bisa dijadikan sebagai petunjuk awal adanya dugaan penyimpangan yang mengarah pada korupsi,” ungkap Direktur YLBH Transparansi Akuntabilitas Publik (TAP) Handri Martadinyata, SH, saat dikonfrimasi, Selasa (9/10).

Untuk itu, kata Handri, pihak mendesak Kejati atau kepolisian untuk segera melakukan langkah-langkah hukum terkait temuan ini.
“Kejati atau Kepolisian sudah bisa melakukan langkah hukum terkait temuan ini,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, proyek rehabilitasi renovasi sarana prasarana 9 gedung SDN di Pringsewu, Tanggamus dan Pesawaran yang dikerjakan PT Dian Cipta Indonesia (DCI) ‘Amburadul’.
Bahkan, diduga pelaksanaan proyek yang dkelola Satker Pembangunan Infrastruktur Pemukiman (PI) Cipat Karya, Provinsi Lampung senilai Rp14 miliar itu tidak sesuai dengan RAB.

Baca Juga :  Belajar di Rumah Diperpanjang Hingga Januari 2021

Tercatat ada 9 gedung sekolah yang direhab yakni, SDN 2 Punduh Pidada, SDN 8 Punduh Pidada, SDN 16 Negeri Katon, SDN 39 Negeri Katon, SDN 1 Sinar Baru, SDN 2 Bumi Arum, SDN 1 Gunung Tiga, SDN 1 Tanjung Begelung dan SDN Padang Manis.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, renovasi sarana prasarana SDN 2 Pekon Bumi Arum dan SDN1 Sinar Baru, Kecamatan Sukoharjo, tidak sesuai ketentuan teknis.
Selain adukan semen yang diduga tidak sesuai ketentuan, juga pemasangan pondasi tidak melaui proses penggalian bahkan pasangan batu pada pondasi tidak diberi hamparan pasir. Kondisi itu berpotensi terjadi amblas.

“Saya sih hanya melihat aja,” ujar warga setempat JM, saat dimintai keterangan terkait proses reahalitasi sekolah tersebut, belum lama ini.
Selain itu, di dua tempat berbeda pihak rekanan hanya mengunakan besi 10 banci untuk cor tiang dan slup penjaga tiang.

Terkait spesifikasi komponen bangunan bangunan gedung negara berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Nomor 22 Tahu 2018, penyedia jasa konstruksi sesuai dengan spesifikasi komponen bangunan gedung negara diuraikan dalam struktur kolom praktis dan balok pasang bata.

Baca Juga :  Popularitas Elektabilitas Eva-Deddy Lebih Unggul

Yang mana, adukan pasangan bata yang digunakan sekurang-kurangnya harus mempunyai kekuatan yang sama dengan perbandingan semen dan pasir harus menggunakan, satu banding tiga.
Terpisah, Edi pelaksanaan PT Dian Citra Indonesia saat dikonfirmasi via telepon seluler mengatakan, pihak sudah mengerjakan sesuai dengan petunjuk dan keterangan dari gambar.

“Untuk pengguna kolom besi 6 MM, besi 8 MM, dan besi 12 MM. Tidak ada pengurangan volume,” kilahnya.
Ia juga menambahkan, penggalian tanah untuk pondasi pun sudah dikerjakan sesuai dengan prosedur gambar.
“Adapun temuan teman-teman media, saya akan melakukan kordinasi terlebih dahulu dengan kepala tukang, soalnya untuk Pringsewu ada dua tempat, di SD 01 Pekon Sinar Baru dan SD 02 Pekon Bumi Arum,” tutupnya. (Her/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed