Paludikultur Alternatif Pengelolaan Gambut Berkelanjutan

0
7

Siak, Riau – Alternatif pengembangan lahan gambut berkelanjutan berbasis masyarakat dengan pendekatan paludikultur dikembangkan bekerja sama dengan berbagai pihak, melalui demonstrasi plot (demplot) di kawasan sekitar Taman Nasional (TN) Zamrud di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Selama ini, areal gambut merupakan kawasan yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan, serta sulit membudidayakannya.

“Lokasinya di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun. Demplot seluas dua hektare yang dikelola di atas lahan gambut bekas terbakar ini sudah berjalan sejak tahun 2017,” kata Direktur Eksekutif Perkumpulan Elang, Janes Sinaga, di Siak, Minggu (13/10).

Paludikultur, menurut Winrock Indonesia adalah budi daya tanaman tanpa drainase pada lahan gambut yang basah atau telah dilakukan pembasahan dengan memilih spesies rawa asli gambut, tidak hanya dapat memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga dapat menghasilkan biomassa (bahan biologis dari tanaman) yang akan berkontribusi pada pembentukan gambut dalam jangka panjang.

Menurut Janes Sinaga, Perkumpulan Elang bersama Sustainable Agriculture Responsibility (SAR) dan Winrock International telah mengembangkan program riset aksi paludikultur melalui pembuatan lokasi uji coba dan pengamatan demplot di kawasan gambut di Kampung Dayun.

Ia menjelaskan demplot tersebut dilakukan dengan menggabungkan penerapan prinsip-prinsip paludikultur dengan model “agroforestry” dan “polyculture” untuk keperluan teknis yang mendukung kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang karena melibatkan masyarakat yang ada di sekitarnya.

“Ini merupakan sebuah upaya restorasi lahan gambut yang juga ditujukan sebagai salah-satu pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di masa yang akan datang,” katanya. (ANTARA)

Haluan TV APK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here