Biaya Logistik Indonesia Termahal di Asia

0
9

JAKARTA, Indonesia menjadi negara di kawasan Asia dengan biaya logistik termahal saat ini. Angkanya mencapai sekitar 24 persen terhadap produk domestik bruto ( PDB).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengakui atas fakta tersebut. Bahkan Indonesia menanggung beban biaya logistik paling besar dibandingkan negara Asia lainnya.

” Biaya logistik juga masih tinggi yakni terhadap PDB sebesar 24 persen, maka susah untuk investasi baru (bagi investor) di Indonesia,” kata Bambang pada Opening Ceremony Indonesia Transport Supply Chain & Logistics, di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Bandingkan denga Vietnam yang mencapai 20 persen dari PDB, Thailand 15 persen, Malaysia 13 persen, dan serta Jepang dan Singapura masing-masing 8 persen. Bambang menuturkan, tingginya biaya logistik membuat para investor enggan menanamkan investasi.

Sehingga kondisi ini juga berdampak pada daya saing Indonesia atau turun. “Karena biaya logsitik tinggi, pendapatan investor harus berkorban (menyusut) maka dia akan pindah ke negara lain. Maka biaya logsitik Indonesia harus dipangkas,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Transportasi, Carmelita Hartoto mengatakan, tantangan usaha sektor transportasi di Indonesia akan semakin berat dalam lima tahun mendatang.

Hal itu karena tekanan ekonomi global diperkirakan akan semakin menguat seiring dengan pertumbuhan ekonomi global yang melambat dan perang dagang antara AS dan China. “Efisiensi jadi PR (pekerjaan rumah) besar bagi kita, beban biaya logsitik kita masih tinggi, 24 persen dari PDB.

Kalau lebih efisien akan semakin berdampak pada kinerja industri kita,” kata Carmelita ditemui di JIExpo. Carmelita menjelaskan, tingginya biaya logistik tersebut disebabkan belum optimalnya pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Ini terlihat dari ranking kinerja infrastruktur logistik Indonesia yang masih rendah dibanding negara -negara Asia lainnya. Berdasarkan data Logistic Performance Index World Bank pada 2018, peringkat indeks kinerja infrastruktur Indonesia hanya mampu menempati posisi 46, jauh lebih rendah dibanding Malaysia pada posisi 41, Vietnam 39, dan Thailand di posisi ke 32.

“Meski begitu kami harus tetap optimistis karena kelanjutan pembangunan infrastruktur masih jadi prioritas lima tahun mendatang. Itu akan cukup mengerek sektor transportasi nasional,” ujarnya. Besaran beban logistik sebesar 24 persen dari PDB dan harus menjadi perhatian. Sehingga Indonesia bisa mendongak ekspor dan investasi kedepannya.

“Untuk itu perbaikan kinerja logistik nasional tidak bisa hanya melihat kesuksesan negara lain tapi harus mencari solusi dan berbenah dengan mengikuti perkembangan teknologi. Ini tidak lepas dari kinerja kita yang menginginkan logistik lebih efisien,” ucap dia. ant

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here