oleh

Anggota Grup WA Peluru Katapel Dibekuk

JAKARTA, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, Polisi tangkap anggota WA Peluru Ketapel yang akan merencanakan teror pelantikan presiden dan wakilnya

Argo Yuwono menyatakan, percakapan dalam grup WhatsApp kelompok ‘peluru katapel’ berisi berita hoaks tentang pemerintah Indonesia di antaranya isu komunisme. Salah satu tujuan penyebaran berita hoaks itu adalah merencanakan aksi penggagalan pelantikan presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Polisi telah menangkap enam tersangka dalam terkait perencanaan bom menggunakan ‘peluru katapel’ tersebut, masing-masing berinisial SH, E, FAB, RH, HRS, dan PSM. Keenam tersangka tergabung dalam sebuah grup WhatsApp bernama F tersebut.

Sementara itu, grup WhatsApp itu dibentuk oleh tersangka SH. “Di dalam WhatsApp grup, ada beberapa (anggota grup) yang memengaruhi suatu kegiatan yang belum diyakini benar. (Anggota grup) di-brain wash (cuci otak) bahwa komunisme sedang berkembang di Indonesia,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin.

Baca Juga :  Tukang Servis HP di Kotabaru Tewas Tersengat Listrik

Argo menjelaskan, salah satu berita hoaks yang pernah disebar di grup tersebut adalah paham komunisme yang memengaruhi ideologi Pancasila dan isu China menguasai pemerintahan di Indonesia.

“Tersangka FAB bergabung dalam grup dan meyakini komunis semakin berkembang, indikatornya ada polisi China yang diperbantukan untuk mengamankan unjuk rasa dan disenjatai lengkap. Padahal tidak ada,” ujar Argo.

“Ada juga isu TKA China yang masuk ke Indonesia. Anggapannya orang China menguasai pemerintahan,” lanjutnya. Dalam berkomunikasi melalui WhatsApp, kata Argo, anggota grup menggunakan sebuah sandi khusus yang biasa disebut sandi mirror.

Sandi mirror artinya mengganti huruf dalam keyboard ponsel yang seolah-olah hasil proyeksi dalam cermin. Contohnya mengganti huruf A menjadi huruf L dan mengganti huruf Q dan P. Penggunaan sandi dalam berkomunikasi untuk mencegah orang lain memahami isi percakapan dalam grup itu. ant

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed