oleh

Pemberhentian Dua Kaling, Herman HN: Jangan Dibesar-besarkan

BANDARLAMPUNG –Terkait pemberhentian dua Kepala Lingkungan (Kaling) yang berada di Kecamatam Waydadi, yakni Triyono (Kaling I) dan Kaling II Purwanto, pada hari senin tanggal 21 Oktober 2019 kemarin, Walikota Bandarlampung Herman HN meminta untuk tidak dibesar-besarkan.

“Ya enggak papa, kenapa dibesar-besarkan, pilih aja lagi, kalau sudah habis masa jabatannya boleh saja di pecat,” kata Herman HN, usai sidak di Gedung Pelayanan Satu Atap, area kantor Pemkot Bandarlampung, Selasa (22/10).

Ia juga mengatakan bahwa, pemerintah tidak mungkin sembarangan, setiap tindakan yang diambil pasti memiliki dasar.

“Maka saya bilang tadi masalah kecil jangan dibesar-besarkan, enggak mungkin pemerintah itu menghentikan orang tidak ada permasalahannya,” kata Herman HN.

Baca Juga :  Sindikat Pengedar Dolar Palsu Dibekuk

Sementara, Camat Sukarame Zolahuddin Alzam Zami menjelaskan, apa yang ia lakukan sudah sesuai dengan prosedur dan ketentuan Perwali No 82 Tahun 2012, dimana masa jabatan yang berjangka dapat di perpnjang lagi atas usulan lurah.

“Sebenarnya itu fleksibel, bisa Lurah bisa RT yang merekomendasikan, jika kaling yang diberhentikan bisa maju lagi,” ujarnya.

Dijelaskan camat, untuk kekosongan jabatan RT yang mundur serentak kemarin, dan ke depan akan segera ditetapkan kembali, untuk SK pemberhentian sendiri belum diterbitkan, dan 8 RT yang mengundurkan diri tersebut sebelum SK turun tetap menjalankan tugasnya.

Sementara itu, Triyono menegaskan bahwa, jika memang ingin menerapkan aturan dengan benar kenapa baru dilakukan saat ini, padahal aturan tersebut sudah diberlakukan sejak tahun 2012 lalu.

Baca Juga :  Terima Kunjungan Gubernur Gorontalo, Gubernur Arinal Promosikan Pariwisata Lampung

“Kalau memang mau diterapkan betul, itu harus berlaku kepada seluruh kepala lingkungan se Kota Bandarlampung, diganti semua, karena untuk di Waydadi ini saja sudah ada yang 12 tahun, bahkan ada yang sudah 27 tahun, kenapa harus di Waydadi, apa masalahnya gitu, dua sekaligus, memang saya yang paling kritis untuk di wilayah Waydadi ini,” kata Triyono. (Refky/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed