oleh

Polisi Bekuk Buruh Larikan Motor Pinjaman

Menggala, Seorang buruh Asep (51) ditangkap Polisi karena melarikan motor pinjaman milik Yunani warga Lingai Tulangbawang Tengah.

Tanpa merasa curiga pemilik motor meminjamkan barang berharganya kepada Asep (51) warga Jalan IV Kibang, Kecamatan Menggala.
Asep yang saat itu datang ke warung Yunani, di Jalan Raya Gunungsakti, Kecamatan Menggala mengaku hendak membeli makanan di Terminal Menggala.

Alasan itu dijadikan Asep, untuk meminjam motor Yamaha Mio Soul warna merah hitam BE 6484 OD milik korban. Bahkan, seperti terhipnotis Yunani turut memberikan perhiasan cincin emas 5 gram yang dikenakannya kepada laki-laki yang kesehariannya bekerja sebagai buruh.

Namun, selang beberapa jam kemudian. Asep yang biasanya kerap berbelanja di warung korban tidak kunjung kembali dari membeli makan. Korban sempat mencari keberadaan Asep, tetapi tidak berhasil ditemukan. Korban pun melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolsek Menggala.

Baca Juga :  Pencurian Tanaman Hias di Kota Metro Makin Marak

Kapolsek Menggala Iptu Zulkifli melalui Kanit Reskrim Bripka Darta menjelaskan, peristiwa penipuan dan penggelapan yang dialami korban terjadi, Sabtu (5/10- 2019) sekitar pukul 09.00 WIB saat korban sedang berada di warungnya.

Asep, kata Darta, akhirnya dapat ditangkap ketika tengah berada di Pasar Natar, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Senin (21/10- 2019) kemarin.

Disinggung terkait tersangka apakah menggunakan ilmu hipnotis ketika memperdaya korban, Darta mengaku, belum dapat membuktikan, lantaran dalam pemeriksaan, tersangka membantah hal tersebut.

“Antara Asep dengan korban emang saling kenal, karena sering belanja di warung korban. Nah, itulah kecurigaan kami. Tapi kan belum dapat kita buktikan (hipnotis red) dari pemeriksaan.

Baca Juga :  EW Jurnalis Kota Metro Penuhi Panggilan Pengadilan, Terkait Sengketa Berita

Hubungan spesial enggak ada. Kamu ini pakai ilmu hipnotis ya?. Enggak pak. Kok bisa emas itu main kasih-kasih aja, dia enggak berontak?. Ia saya pinjam aja Pak. Sementara korban nurut-nurut aja, apa kata si Asep itu,” ujar Darta, Rabu (23/10- 2019).

Sementara itu, ujar Darta, sepeda motor dan perhiasan korban sudah laku terjual. Sepeda motor dijual tersangka di daerah Denteteladas. Sedangkan perhiasan emas dijual di salah satu Toko Emas di Pasar Natar, Lampung Selatan.

“Barang bukti sudah terjual semua. Total pelaku dapat Rp4 juta, karena masing-masing barang terjual dengan harga Rp2 juta,” kata dia.

Disinggung soal akan ada tersangka baru dalam kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan Asep. Darta menyatakan, hal itu tidak menutup kemungkinan kedua warga yang membeli barang bukti bakal terjerat dengan pasal penadahan.

Baca Juga :  Tangki Aspal Pelabuhan IPC Panjang Meledak

Sejauh ini, pihaknya telah mengamankan barang bukti sepeda motor milik korban. Sementara perhiasan masih dalam proses.

“Belum (diperiksa penadah sepeda motor red). Sementara masih mengamankan barang bukti motornya. Sekarang masih koordinasi dengan kadusnya, karena orangnya sakit kena stroke.

Kalau nama toko tempat jual emasnya belum tahu. Tapi kalau tempatnya tahu. Ini masih diatur jadwal kita kesana. Kemungkinan ada tersangka baru. Kita lihat hasil gelar perkaranya nanti,” katanya. ant

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed