oleh

DPRD Banyuasin Studi Banding ke Lamteng

LAMPUNG TENGAH – Kabupaten Lampung Tengah nyatanya sangat ‘Seksi’ bagi daerah lainnya di Indonesia, khususnya kabupaten tetangga seperti Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Kabupaten Lampung Tengah dinilai berhasil dalam mengelola peternakan sapi, sehingga menjadi salah satu lumbung ternak nasional.

Oleh karenanya, DPRD Banyuasin tertarik melakukan studi banding ke Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Kamis (24/10).

Kunjungan kerja (Kunker) wakil rakyat Banyuasin itu disambut langsung Ketua Komisi II DPRD Lamteng Hanapiah, didampingi Kadek Joko Supriyatin, Lambok Nainggolan, Toni Sastra Jaya, Purwanto, Majar Fitri, Yurita, dan Firdaus Ali, perwakilan Sekretariat DPRD Lamteng, serta Sekretaris Dinas Peternakan dan Perkebunan Pemkab Lamteng, drh. Nur Rokhman.

DPRD Banyuasin, mengaku ingin mempelajari secara detail pengelolaan ternak sapi di Lamteng. Khususnya dengan program Upaya Khusus Sapi Wajib Bunting (Upsus Siwab) dalam pengembangan sapi dengan kawin suntik.

Baca Juga :  Danrem 043/Gatam Beri Arahan Kepada Anggota Yonif 143/TWEJ Dalam Rangka Latihan YTP

“Di kabupaten kami, banyak potensi yang berkaitan dengan pengembangan ternak sapi. Tapi selama ini, pengelolaannya masih belum maksimal. Karena itu, kami ingin belajar di Lampung Tengah yang sudah menjadi lumbung ternak nasional,” jelas Ketua Komisi II DPRD Banyuasin, Sumatera Selatan, Arisa Lahari, S.H.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Lampung Tengah Hanapiah mengungkapkan, di Lampung Tengah memang menjadi pemasok daging sapi bagi nasional. Dengan target, Indonesia akan bebas impor sapi.

“Di kita banyak perusahaan feedlot atau penggemukan sapi yang juga menerapkan program kemitraan dengan peternak. Lalu ada juga peternakan sapi bali di Kampung SB 17, Kecamatan Seputih Banyak yang didirikan Pemkab Lamteng bekerjasama dengan Unila. Jadi sudah sangat tepat jika rekan-rekan DPRD Banyuasin datang kesini,” jelas Hanapiah.

Baca Juga :  Antisipasi Kesulitan Air Bersih, Pekon Kembahang Batu Brak Lambar Bangun 1 Unit Sumur Bor

Dikatakan Hanapiah, titik fokus lainnya yang menjadi perhatian pemkab setempat adalah pengelolaan dan ketersediaan pakan bagi keberlangsungan peternakan sapi. Hal ini, lanjutnya, menjadi sangat penting dalam bagian menjaga kedaulatan pangan di Lampung Tengah khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

“Jadi kita tidak hanya fokus pada usaha peternakan saja, melainkan juga menjaga ketersediaan pakan ternak dengan memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam di wilayah kami. Karenanya, di Lamoung Tengah para petani atau peternak selalu berinovasi untuk urusan pakan. Terbaru, kita sedang ujicoba membuat pakan sapi dari bahan baku batang singkong,” ungkapnya.

Pernyataan Hanapi itu diamini Sekretaris Dinas Peternakan dan Perkebunan Pemkab Lamteng drh. Nur Rokhman. Diungkapkannya, untuk di Lampung Tengah sendiri usaha penggemukan sapi lebih menjanjikan ketimbang pembibitan ternak mamalia itu.

Baca Juga :  Warga Minta Nama Simpang Tiga Panaragan Dikembalikan ke Sebutan Lama

“Tapi di kita juga ada peternakan sapi bali. Keunggulan sapi bali itu, pada ekosistem yang paling buruk pun, tetap bisa bertahan. Termasuk ketika musim kemarau seperti sekarang, yang tidak ada rumput hijau. Jadi sapi bali mampu beradaptasi dengan baik. Tetapi kelemahannya adalah mudah terserang flu jembrana.

Sementara, kualitas daging dan teksturnya, belum bisa menembus level atas. Sebagai contoh, restoran hotel bintang lima yang banyak menyajikan menu steak, tidak mau menggunakan daging sapi bali. Karena mudah hancur kalau dibuat steak,” urainya. (Rendra/JJ)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed