Mendag AS Kunjungi RI

0
2

JAKARTA, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross menyambangi Indonesai dalam serangkaian lawatannya ke negara-negara kawasan Asia Tenggara.

Ketika ditemui seusai melakukan pertemuan dengan menteri-menteri ekonomi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (6/11/2019), Ross menjelaskan, kunjungannya ke RI kali ini untuk membahas berbagai kemungkinan kerjasama investasi dan bisnis antara kedua negara.

“Saya adalah delegasi untuk menekankan komitmen AS, baik dari sisi pemerintah maupun bisnis untuk bisa melanjutkan kerjasama antara Amerika Serikat dan Indonesia dalam 70 tahun mendatang, atau lebih,” ujar Ross.

Sebagai informasi, dalam pertemuan kedua negara tersebut hadir pula Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Rini, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin, dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Kedatangan Ross ke Indonesia merupakan bagian dari misi dagang AS ke beberapa negara Indo-Pasifik. Sebelum ke Indonesia, Ross telah menyambangi Bangkok, New Delhi, Bangalor, Singapura, Sidney dan Australia. Setelah meyambangi Indonesia, utusan Presiden Trump tersebut juga bakal menyambangi Vietnam.

“Jadi kami benar-benar hadir di kawasan ini, dan asumsi bahwa kami tidak lagi tertarik (untuk melakukan kerjasama dagang) dengan kawasan ini sangat salah,” ujar Ross.Ross pun mengatakan, kawasan Asia Tenggara merupakan partner dagang terbesar AS.

Bahkan menurut dia, volme perdagangan antara As dan negara-negara kawasan Asia Tenggara dua kali lebih besar dibandingkan dengan kawasan lain seperti Eropa atau Amerika tengah. Adapun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada kesempatan yang sama mengatakan, pada pertemuan tersbeut dibahas mengenai perusahaan-perusahaan AS yang bakal melakukan investasi di Indonesia.

Selain itu juga dibahas mengenai penyelesaian urusan Generalized System of Preferences (GSP) dengan Amerika Serikat (AS). Indonesia meminta pihak AS untuk memerpanjang GSP yang sejak 27 April 2018 lalu tengah ditijau ulang. Adapun GSP adalah sebuah sistem tarif preferensial yang membolehkan satu negara secara resmi memberikan pengecualian terhadap aturan umum Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

“(Yang dibicarakan) antara lain harapan terkait engineering company yang akan melakukan kegiatan di Indonesia dan terkait finalisasi review GSP yang diharapkan segera dilakukan. Dan Indonesia mengatakan akan segera kirim tim di bawah Kemendag (Kementerian Perdagangan),” ujar Airlangga. ant

Haluan TV APK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here