oleh

Obat Kadaluarsa Senilai Ratusan Juta Dimusnahkan

LAMPUNG TENGAH – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Tengah (Lamteng) memusnahkan obat-obatan kadaluarsa. Pemusnahan obat itu dilakukan secara simbolik oleh Sekretaris Daerah Lampung Tengah Adi Erlansyah dengan menyerahkan berita acara kepada pihak ketiga yang telah ditunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes), di gudang obat Dinkes setempat, Jumat (8/11).

Adi Erlansyah mengungkapkan, terdapat 6 jenis obat-obatan kedaluarsa yang ada di gudang obat milik Dinkes Lamteng.

“Obat tersebut diserahterimakan kepada PT. Manuppak Abadi sebagai pihak ketiga, perusahaan pemusnah obat dan bahan berbahaya, yang ditunjuk oleh Kemenkes. Sementara, obat-obatan yang diserahterimakan tersebut, mulai dari tahun 2013 sampai dengan 2016,” ungkap Sekda.

Obat-obatan itu, lanjut Sekda, merupakan obat kedaluarsa yang dibeli pada tahun anggaran 2013-2016, dan ada juga bantuan dari Kemenkes melalui Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Baca Juga :  Curi HP Adik Angkatnya, Pria Bertato Ditangkap Polsek Pugung Tanggamus

“Adapun obat yang akan dimusnahkan itu merupakan obat generik berbagai merek, diantaranya merek antalgin. Totalnya lebih kurang dua ribu tablet,” imbuhnya.

Dilanjutkan Adi Erlansyah, total nilai dari obat-obatan yang akan dimusnahkan itu adalah Rp 332 juta.

“Jadi pelaksanaannya sesuai prosedur adalah dengan memusnahkan obat yang masuk expired date, yang hari ini kita serahkan ke pihak ketiga itu, untuk selanjutnya dibawa ke Jakarta dengan pengawalan, guna dimusnahkan Kemenkes,” papar dia.

Ditegaskan Adi Erlansyah, obat-obatan kedaluarsa yang ada pada gudang Dinkes setempat merupakan stok yang tidak terpakai. Namun, kata dia, tidak termasuk dalam katagori non-distribusi.

“Kita memang punya buffer stock. Jadi bukan karena tidak terdistribusi. Atau dengan kata lain, tidak bisa kita melakukan pengadaan obat ini dengan stok pas. Tapi persentasenya tidak terlalu besar lah, karena banyak obat yang terpakai kan,” tandasnya. (Rendra/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed