oleh

Abrasi Pantai, Jalinpanbar Terancam Putus

PESISIR BARAT – Kondisi pantai Jalan Lintas Pantai Barat (Jalinpanbar), tepatnya di Pekon Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) terancam putus, akibat abrasi pantai.

“Kondisi jalan penghubung yang hanya satu-satunya tersebut, jika dibiarkan akan terancam terputus, akibat gelombang tinggi yang menyebabkan abrasi pantai ini,” ungkap Peratin (kepala desa) setempat Nurkholis, Selasa (12/11).

Diungkapkan Nurkholis, jika kondisi ini telah terjadi sejak dua pekan terakhir ini. Ironisnya, akibat abrasi pantai ini juga telah menggerus sebagian bangunan salah satu penginapan yang ada di wilayah tersebut.

“Mulai bulan September lalu, kondisi gelombang laut di wilayah itu cukup tinggi, tetapi yang agak memprihatinkan pada bulan ini. Kondisi abrasi di sepanjang garis pantai, yang ada di Pekon ini kian hari semakin tambah parah dan memprihatinkan,” jelasnya.

Baca Juga :  OTG Mengancam, Pasien Positif COVID-19 Lampung +7 Orang

Menurutnya, garis pantai di pekon ini, kurang lebih sekitar sepanjang empat kilometer, semua telah tergerus abrasi, kondisi yang cukup parah, kurang lebih sekitar 200 meter.
“Selain telah menggerus sebagian bangunan penginapan, abrasi pantai ini juga dikhawatirkan akan mengancam Jalinpanbar. Karena kurang lebih sekitar tiga meter lagi, jalan Nasional itu akan terancam tergerus abrasi, jika kondisi gelombang tinggi masih terus terjadi,” jelasnya.

Ditegaskan Nurkholis, jika kondisi abrasi ini tidak segera ditanggulangi, dikhawatirkan Jalinpanbar akan tergerus dan terputus.
“Saya berharap kepada instansi terkait, agar sesegera mungkin menanggulangi persoalan abrasi diwilayah ini, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Pihaknya, kata Nurkholis, sudah melaporkan kondisi ini ke pemerintah setempat.
“Kami juga telah melaporkan masalah abrasi pantau inii ke Kecamatan setempat, dan Pemkab Pesbar. Harapan kami, khususnya mengenai kondisi Jalinpanbar ini, agar segera mungkin ditangani, apalagi saat ini gelombang tinggi masih terus terjadi,” tegasnya lagi. (Indra/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed