Impor Cangkul Karena Pengrajin Besi Minim Bahan Baku

0
2

JAKARTA, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki merasa sedih adanya problematika impor cangkul.

Kalangan industri kecil dan menengah produk cangkul maupun pengrajin kecil pande besi merasa kekurangan bahan baku dari Krakatau Stell. Bahan baku besi sulit didapat sehingga produksi tidak maksimal berdampak kalangan instansi pemerintah dan swasta melakukan impor cangkul.

Pasalnya, persoalan impor cangkul seharusnya sudah dituntaskan dan pemerintah kini mulai fokus dalam Revolusi Industri 4.0 “Sebenarnya sedih saya urus pacul itu. Itu kan harusnya 1.0 bukan 4.0.

Mestinya sudah selesailah itu, soal lahan, soal bahan baku itu harusnya di 1.0 bukan sekarang ini,” katanya dalam event Indonesia Digital Conference (IDC), di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Rupanya permasalahan impor cangkul tersebut menurut Teten, disebabkan minimnya pasokan bahan baku yang disalurkan kepada para pandai besi atau produsen yang merupakan UKM. “Saya datang ke Sukabumi, ternyata problemnya apa? Para pandai besi yang tradisional sampai semi modern itu enggak punya bahan bakunya.

Mereka enggak dapat suplai dari Krakatau Steel,” ucapnya. Dia menyebut, sebanyak 10 juta cangkul dibutuhkan di Indonesia. Namun, kendala pasokan bahan baku itulah yang membuat pemerintah harus melakukan impor cangkul.

Kebutuhan alat cangkul ini disebutkan terdapat di tiga kementerian yang masih menggunakannya, yakni Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat.

“Karena belanja cangkul yang paling besar itu selain tiga kementerian, Kemendagri, Kementan, dan Kementerian PUPR. Juga ada 14 juta hektar kebun sawit, kebun karet dan segala macam itu pasti butuh cangkul,” ujarnya.

Walaupun begitu, dirinya berupaya menyelesaikan persoalan impor cangkul dengan berdiskusi bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) untuk mengetahui sejumlah kebutuhan pemerintah. “Tadi saya di meja makan lagi urusin cangkul. Pak Jokowi agak sedikit terganggu karena impor cangkul besar banget,” kata dia.ant

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here