Festival Pahawang Masuk Lima Besar

0
1

PESAWARAN – Gelaran Festival Pahawang masuk lima besar festival yang ada di Provinsi Lampung.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Lampung Chusnuniah Chalim yang akrab disapa Nunik di Desa Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran saat membuka Acara Festival Pahawang tahun 2019 di Dusun 3 Jalaragan Desa Pulau Pahawang Kecamatan Marga Punduh, Sabtu ( 30/11).

‘Sejak dulu Pahawang adalah salah satu tempat yang sering saya jual namanya, selain Way Kambas, karena saya tau Pahawang mempunyai banyak potensi yang dapat dibanggakan. Oleh karena itu saya rasa katakan Festival Pahawang ini sudah termasuk dalam lima besar destinasi festival terbesar di Provinsi Lampung,”ujarnya.

Nunik juga mengungkapkan sektor pariwisata adalah salah satu sektor yang mendapatkan perhatian serius dari Pemprov Lampung, hal tersebut dikarenakan sektor pariwisata dirasa dapat mendongkrak sektor-sektor lain.

“Program pariwisata memang menjadi salah satu program unggulan, untuk itu festival menjadi program penting yang masuk dalam visi misi Lampung sebagai daerah yang kaya akan destinasi. Pariwisata merupakan bidang yang dapat memberikan efek peningkatan kepada sektor-sektor lain tetapi tetap dengan tidak meninggalkan nilai-nilai lokalisme dari suatu daerah,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan Festival Pahawang merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Dendi bahkan berharap Festival Pahawang dapat dimasukkan kedalam agenda resmi Pemprov Lampung bahkan agenda resmi nasional.

“Setiap tahun kita laksanakan Festival Pahawang, kami bahkan berharap Festival Pahawang dapat menjadi agenda rutin nasional, atau paling tidak agenda resmi Lampung, karena Pahawang sendiri memiliki banyak potensi yang patut dibanggakan,” ujar Dendi.

Selain itu Dendi juga menginginkan kedepannya agar masyarakat Desa Pulau Pahawang dapat secara mandiri menggelar Festival, hal tersebut dimaksudkan agar hasil yang didapat dari festival tersebut dapat menjadi sumber pemasukan bagi warga dan juga desa.

“Setiap tahun kami selalu memberikan porsi yang lebih besar kepada masyarakat, karena kami ingin kedepannya masyarakat dapat secara mandiri menggelar festival sendiri, dengan begitu hasil yang didapat nanti dapat masuk kedalam kas desa itu sendiri,” tutup Dendi. (Mus/JJ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here