APPSINDO Sampaikan Aspirasi Kepada Fraksi PKS

0
11


Bandarlampung–Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO) Provinsi Lampung merasa gerah melihat pengelolaan pasar tradisional yang ada di kota Bandar Lampung. Pandu Herlambang selalu sekretaris APPSINDO Lampung beserta beberapa pengurus mendatangi Ruang Fraksi PKS di Gedung DPRD Kota Bandar Lampung, Senin (9/12/2019).

Mereka menyampaikan aspirasinya, kepada ketua fraksi, Agus Djumadi dan sekretaris Yuni Karnelis, mereka mengutarakan fakta tentang keberadaan 31 pasar tradisional yang tidak mampu mendongkrak Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) daerah.

Bahkan, setelah melihat data BPS 2018 PDB di Kota Bandar Lampung justru mengalami penurunan, yaitu dari 5,67 persen di tahun 2014, menjadi 0,27 persen (2015), 3,60 persen (2016) dan terakhir di angka 3,59 (2017). Padahal, pasar tradisional sebagai ikon ekonomi kerakyatan merupakan lokasi organik jual beli konsumsi rumah tangga yang menjadi faktor penentu pertumbuhan ekonomi sekaligus penyumbang PDB terbesar nasional.

Menurut Pandu Herlambang, hal ini mengindikasikan tata kelola pasar tradisional yang buruk. “Belum lagi bila melihat langsung fakta di lapangan, khususnya di area Pasar Bambu Kuning, Pasar SMEP dan Pasir Gintung, yang nampak kumuh dan menimbulkan kemacetan”, ucapnya.
Ditambahkan oleh Wendy Aprianto selaku Ketua Bidang Ekonomi APPSINDO, pemerintah kota Bandar Lampung selama ini masih memainkan peran sebagai tuan tanah di pasar tradisional yang Hanya sekadar mengambil keuntungan dari sewa lapak dan restribusi kebersihan. Padahal, potensi PAD dari pengelolaan pasar tradisional sangat besar bila pemerintah kota terpanggil untuk berinovasi meningkatkan transaksi jual beli para pedagang, baik di masa perekonomian yang sedang bagus atau lesu seperti saat ini.

Dalam pertemuan selama lebih kirang satu jam tersebut, Fraksi PKS melalui Agus Djumadi berjanji untuk membahas persoalan pasar tradisional ke rapat Komisi II DPRD Kota Bandar Lampung, dan mengagendakan pertemuan antara anggota dewan, organisasi perangkat daerah terkait pasar, dan APPSINDO, untuk mengulas dan menindaklanjuti persoalan pasar lebih mendalam. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here