oleh

Polisi Tembak Mati Pelaku Penembakan Massal di Mal Thailand

Bangkok, Pasukan keamanan Thailand berhasil menembak mati seorang tentara, yang menjadi pelaku penembakan massal yang menewaskan sedikitnya 20 orang, demikian sumber kepolisian dan militer.

Mereka menyebutkan pelaku tewas di pusat perbelanjaan di Kota Nakhon Ratchasima, tempat dia bersembunyi.

“Polisi menebak mati si pelaku dan menyelamatkan delapan sandera. Beberapa di antaranya terluka,” kata salah satu sumber keamanan.
Kedua sumber menolak disebutkan namanya lantaran tak berwenang berbicara di hadapan media.

Penembakan mulai terjadi sekitar pukul 3 sore waktu setempat pada Sabtu ketika tentara tersebut memberondongkan peluru ke sebuah rumah sebelum bergeser ke pangkalan militer dan kemudian menyasar pusat perbelanjaan di Nakhon Ratchasima, timur laut Thailand.

Sebelumnya Tentara Thailand yang membunuh 26 orang di Nakhon Ratchasima ( Korat) disebut melakukan aksinya karena masalah jual beli rumah.

Pernyataan itu disampaikan Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha sembari mengunjungi rumah sakit tempar para korban penembakan dirawat.

Polisi mengidentifikasi si tentara Thailand sebagai Sersan Mayor Jakraphanth Thomma, yang bertugas di batalion amunisi di Korat. Media setempat menyebut Jakraphanth sebagai sosok dengan kemampuan menembak bagus, dan penggila senjata, di mana dia pernah mengunggah foto memegang pistol.

Penembakan massal itu terjadi di Distrik Muang pukul 15.30 Sabtu (8/2/2020), di mana dia menembaki kuil dan pusat perbelanjaan. Setelah itu dia masuk ke dalam mall Terminal 21, dan dikepung oleh militer dan pasukan elite kepolisian dalam baku tembak lebih dari 12 jam.

Pada pukul 09.00 waktu setempat keesokan harinya, Bangkok mengonfirmasi bahwa prajurit berusia 32 tahun itu telah ditembak mati. “Ini karena masalah personal. Jual beli rumah,” terang Prayut kepada awak media seperti diberitakan Reuters Minggu (9/2/2020).

PM yang juga mantan panglima angkatan bersenjata Negeri “Gajah Putih” itu berujar, pertikaian itu melibatkan kerabat dari komandannya.

Komandan Jakraphanth disebut termasuk dalam korban tewas pertama, sebelum dia menuju gudang senjata, dan mengambil senapan mesin beserta amunisi.

Komandan Area Kedua, Letnan Jenderal Thanya Kiatsarn mengatakan, Jakraphanth Thomma melumpuhkan penjaga yang ada di gudang. ant

Tulis Komentar

News Feed