oleh

Dugaan Penyimpangan Proyek BBWS Mesujis-Sekampung, Kejati Didesak ‘Gerak Cepat’

-HEADLINE, KOTA-203 views

BANDARLAMPUNG-Desakan pengungkapan dugaan penyimpangan pada proyek Peningkatan Daerah Irigasi Way Tebu senilai Rp39.251.575.000, yang dikerjakan PT Benteng Indo Raya, mulai bergulir.
Kali ini, Sentral Investigasi Korupsi Akuntabilitas dan HAM (SIKK-HAAM) Lampung mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) untuk segera mengambil langkah hukum terkait dugaan penyimpangan sejumlah proyek yang dikelola Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji-Sekampung tahun 2019.
“Kejaksaan segera mengambil langkah hukum terkait temuan ini. Temuan ini merupakan pentunjuk awal adanya indikasi penyimpangan.” tegas Kepala Devisi Jaringan SIKK-HAM Lampung M Fattir, saat dimintai tanggapannya, Rabu (12/2).

Menurut Fattir, langkah tegas Kejati diharapkan untuk menghindari terjadinya kerugian negara, mengingat proyek tersebut dikerjakan pada tahun anggaran 2019.
“Proyek tersebut ada masa pemeliharaan, Kejati diharapkan gerak cepat merespon temuan ini, sebelum masa pemelliharaan proyek tersebut habis,” tegasnya.
Sebelumnya, Direktur YLBH Transparansi Akuntabilitas Publik (YLBh-TAP) Lampung Handri Martadinyata menegaskan jika ada potensi kerugian negara pada proyek Peningkatan Daerah Irigasi Way Tebu senilai Rp39.251.575.000, yang dikerjakan PT Benteng Indo Raya.

“Jika temuan ini sudah mengarah pada potensi terjadinya kerugian negara, maka secepatnya dilaporkan ke ranah hukum,” kata Handri, saat dimintai tanggapanya, Selasa (11/2).
Menurut Handri, aparat penegak hukum harus lebih responsif terhadap informasi dan temuan pengeloaan APBD maupun APBN yang mengarah pada kerugian negara.

Baca Juga :  Hati-hati Melintas Jalan Mandek, Kawat Tajam Bahayakan Pengguna Jalan

“Aparat harus responsif terkait dugaan penyimpangan pengeloalan anggaran daerah,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, pengelolaan proyek APBN 2019 di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji-Sekampung berpotensi rugikan negara.
Terlebih, pengerjaan proyek Peningkatan Daerah Irigasi Way Tebu senilai Rp39.251.575.000, yang dikerjakan PT Benteng Indo Raya ini diduga tidak sesuai ketentuan teknis.

Akibatnya, proyek yang baru seumur jagung mengalami kerusakan.
“Jika benar proyek irigasi Way Tebu yang dikerjakan pada tahun 2019 ini sudah rusak, maka sangat berpotensi merugikan negara,” kata Direktur Eksekutif Sentral Investigasi Korupsi Akuntaabilitas dan HAM (SIKK-HaM) Lampung H Martta DN, saat dimintai tanggapan terkait dugaan penyimpangan pengerjaan proyek di BBWS Mesuji Sekampung, Kamis (6/2).

Baca Juga :  Rakerda II Asita: Rapatkan Barisan Demi Pariwisata Berjaya

Menurut Handri, pihak BBWS Mesuji Sekampung harus bertanggungjawab dan memerintahkan kontraktor untuk segera diperbaiki.
“Balai besar harus perintahkan kontraktor untuk segera memperbaiki proyek tersebut. Jika tidak akan timbul kerugian negara,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah proyek irigasi yang dikelola Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji-Sekampung, ditenggarai tidak sesuai dengan ketentuan teknis.
Salah satunya, proyek Peningkatan Daerah Irigasi Way Tebu senilai Rp39.251.575.000, yang dikerjakan PT Benteng Indo Raya.
Hasil investigasi, diketahui jika proyek yang menggunakan dana APBN 2019 ini sudah banyak yang rusak, padahal usia proyek ini masih seumur jagung.

Kerusakan terlihat dari pengerjaan plat beton untuk lantai dan dinding belum dipasang, bahkan sudah banyak yang pecah/rusak.
Pada pasangan besi diduga tidak sesuai dengan ketentuan. Yang mana besi menggunakan besi ukuran 8 inc.
Selain itu, pasangan batu pondasi juga diduga tidak digali, sehingga berpotensi retak dan tidak kuat sebagai penopang terlebih adukan semen juga sangat minim.
Yang lebih parah, tanah hasil galian dibiarkan saja di bibir irigasi, sehingga merusak lahan warga.
Terkait kondisi ini, pihak BBWS Mesuji-Sekampung belum berhasil dikonfirmasi. (Tim).

Tulis Komentar

News Feed