oleh

Meneropong “Kekurangajaaran” Komunitas Lampung Ngopi

-KOTA-135 views

SETUMPUK buka tergeletak rapi di atas rumput yang mengering di sebuah halaman Kampus UIN Raden Intan Lampung. Di dekatnya, berdiri tiga lembar triplek tipis yang dibuat seadanya, semuanya dicat warna hitam. Pada triplek berukuran paling besar tertulis: “Hati-hati ada Perbaikan Moral.”

Itulah pesan yang paling menyolok dan paling mencuri perhatian di rerumputan kering UIN Raden Intan yang terekam dalam pantuan Haluan Lampung, sore kemarin.

Sebenarnya, ada hal lain yang “kurang ajar” yang tampak di lokasi itu, yakni teks yang ditulis besar pada spanduk putih berukuran tanggung: “Membaca adalah Melawan.”

Begitulah “kekurangajaran” penggiat literasi Lampung Ngopi mengekspesikan perlawanannya menghadapi kian mengeringnya minat baca, seperti juga dihadapi rerumputan kering di dekat embung penuh air di kampus itu.

Baca Juga :  AJI-IJTI Gelar Diskusi Publik 21 Tahun UU Pers

“Tak ada maksud negatif dalam tulisan tersebut. Santai saja, ini hanya bentuk perwujudan dari sebuah pemikiran yang berangkat dari kegelisahan penggiat Lampung Ngopi,” ungkap Reza Fahlevi selaku Ketua Umum Komunitas Literasi Lampung Ngopi, Rabu (12/2).

Komunitas Literasi Lampung Ngopi pantas dipuji. Bahkan selayaknya diberi bintang-bintang. Mereka lebih hebat dari orang-orang yang membatalkan dan mendukung pembatalan proyek teropong bintang yang sesungguhnya berguna bagi ilmu pengetahuan. (Refky)

Tulis Komentar

News Feed