oleh

BKSDA, Penangkaran Rusa Unila Tak Standar

Bandarlampung- Peristiwa kematian empat rusa di penangkaran Universitas Lampung (Unila), masih menjadi sorotan publik, lantaran keempat rusa tersebut mati hanya dalam dua pekan.

Terkait permasalahan tersebut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Lampung Hifzon Zawhiri angkat bicara, Isu kematian rusa karena tenggelam dan di temukannya plastik di pencernaan setelah di autopsi menjadi penyebab kematian ke empat rusa tersebut, karena embung terlalu besar dan curam sehingga rusa sulit naik ke daratan, padahal pada dasarnya rusa itu ahli berenang ya” ungkapnya saat ditemui haluanlampung.com di ruang kerjanya. Jumat (14/2).

Ia juga membernarkan terkait temuan plastik di organ pencernaan rusa yang mati.
“Kalo hewannya tidak kelaparan pasti gak mungkin makan plastik, tapi memang ditemukan plastik, pemberian pakannya juga kurang baik” tandasnya

Baca Juga :  Pemprov Lampung Akan Gelar WCD 2020

Selain itu, saat pengecekan lapangan ia mengungkapkan lemahnya terletak pada pengelolaan penangkaran yang kurang standar.

“Lemahnya di pengelolaannya kurang standar, pengelola tidak ada yang mempunyai surat tugas jadi tidak terorginir” paparnya

Pihaknya juga mengadakan pertemuan dengan pihak unila karena ada penemuan, Surat perizinan penangkaran Rusa Unila sudah tidak berlaku.

Berdasarkan Informasi yang didapat ada empat poin penting yang menjadi desakan BKSDA kepada Unila yaitu Surat perizinan penangkaran rusa segera diselesaikan, perbaikan sarana dan prasana agar tidak membahayakan rusa, pakan dan gizi rusa diberikan sesuai standar, dan Tim Konservasi untuk menjalankan tugasnya dengan baik. (sel)

Tulis Komentar

News Feed