oleh

Kebijakan Aneh, Apa Urusannya Penjualan Gula di Mal Dibatasi!

-Opini-95 views

Oleh: Ilwadi Perkasa

KEPALA Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung Satria Alam, membenarkan pihaknya telah mengeluarkan kebijakan bersifat imbauan, yakni pembatasan penjualan gula di mal.

Kebijakan ini terasa sangat aneh karena tak jelas dasar hukumnya. Bahkan menjadi sangat ngawur, karena hanya bersifat imbauan: Boleh dilakukan, tidak dilakukan juga tidak apa-apa. Apa maksudnya!

Lebih aneh lagi, imbauan pembatasan gula hanya berlaku di mal, padahal penjualan atau peredaran gula juga berlangsung masif di pasar-pasar, bahkan di gudang-gudang pedagang besar gula di sini.

Disebutkan, pembatasan gula untuk mengatasi kekurangan stok gula di Lampung. Benarkah? Sudah separah apakah kelangkaan gula di sini? Apakah sudah ada yang antri membeli gula?

Lazimnya, untuk mengatasi menipisnya stok komoditi, terutama pada komoditi strategis, instrumen yang dipakai adalah dengan melepas lebih banyak stok ke pasar dengan tujuan pemerataan dan menahan gejolak harga.
Secara nasional, kekurangan stok di dalam negeri biasa dilakukan dengan cara membuka keran impor, atau melepas stok (cadangan) nasional yang dimiliki pemerintah dan industri gula swasta.

Potensi penimbunan oleh spekulan menjelang ramadan dan lebaran tentu saja bisa terjadi, namun mustahil dilakukan dengan cara memborong gula di mal karena mal adalah perusahan ritel yang tidak memiliki stok banyak.

Praktik penimbunan yang patut dicurigai, justru berpotensi dilakukan oleh pedagang besar gula dan industri gula itu sendiri dengan cara menahan stok dalam kurun waktu yang diperhitungkan atau menunda produksi, dan baru mengolah kembali stok bahan asalnya ketika harga sudah melambung tinggi.

Jadi, untuk apa pembatasan penjualan gula ini!

Tulis Komentar

News Feed