oleh

Tak Takut Corona, 4 Orang Ini “Berkerumuncumbuan” di Bilik Hotel

Haluanlampung.com – Di tengah gencarnya anjuran pemerintah agar warga menghindari kerumunan, empat orang ini malah berkerumuncumbuan di bilik hotel. Kacau! Ke-empatnya terciduk dalam kondisi telanjang.

Keempatnya digerebek Satreskrim Polres Tuban, setelah mendapat informasi adanya praktik prostitusi online di sebuah kamar hotel.

Praktik prostitusi yang terjadi di bilik kamar di hotel sungguh tak lazim, melampaui temuan praktik yang pernah terjadi sebelumnya. Mereka melakukan foursome. Selama ini baru pernah terciduk yang melakukan treesome.

Empat orang itu terdiri satu pasang suami istri dan dua lelaki hidung belang. Keempat pelaku tak bisa berkutik saat digerebek petugas. Yang bisa mereka lakukan hanya berusaha meraih bantal untuk menutupi kemaluan masing-masing.

Baca Juga :  Maut di Ujung Kabel Warna Putih: Sengat IRT Berhanduk Basah

Satu pelaku yang agak sigap sempat bersembunyi di dalam kamar mandi. Namun akhirnya keluar sendiri dengan wajah malu-malu pucat.

Sangat diduga, keempatnya lagi begituan saat digerebek atau mungkin saja diantara mereka baru merampungkan hasrat birahinya. Terbukti, petugas menemukan barang bukti berupa sejumlah kondom bekas pakai.

Dari kamar hotel polisi menggelandang Ardian Elga Mardhani, warga Sragen, Jawa Tengah. Pria 28 tahun ini dibawa petugas karena menjual istrinya berinisial SRD (28), kepada dua pria hidung belang sekaligus.

Menurut Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono, tersangka Elga menawarkan istrinya sendiri untuk memberi jasa layanan menyimpang. Layanan cinta bertiga. Setiap pelanggan berminat dikenakan tarif antara Rp1,5 juta sampai Rp6 juta per orang.

Baca Juga :  Polres Lampura Berhasil Bekuk DPO Curas di Sungkai Selatan

Dan, setelah diperiksa lebih dalam, ternyata telah menjual istrinya sebanyak 9 kali sejak 2019. Transaksi dilakukan di berbagai kota besar, di antaranya Jakarta, Solo, dan terakhir Tuban.

Polisi hanya menetapkan Ardian Elga Mardhani sebagai tersangka, sementara istri dan dua pria hidung belang yang menggunakan jasa mereka hanya diperiksa sebagai saksi.

Tersangka dijerat pasal berlapis, yaitu undang-undang ITE dan pasal 296 KUHP, dengan ancaman 6 tahun penjara. (*/iwa)

Tulis Komentar

News Feed