oleh

Inovasi Anak Muda, Mengatasi Sampah di Bandar Lampung

BANDARLAMPUNG, syrlarva tidak berhenti melakukan inovasi, setelah sukses budidaya maggot sebagai pakan ikan, mereka kembali menciptakan produk olahan dari maggot.

Maggot merupakan belatung dari black soldier fly hermetia illucens yang termasuk keluarga lalat. mereka fokus budidaya sejak september 2019.

Penanggung jawab budidaya maggot dan pengolahan sampah orgganik Chandra Aria Wicaksono(22) mengatakan, maggot membutuhkan waktu yang singkat, hanya membutuhkan waktu 45 hari untuk melakukan metamorfosis.

“Setiap dua hari kami panen telur, setelah menetas menjadi bayi larva, kemudian berkembang menjadi larva dewasa, di lanjut lagi menjadi pupa” ungkapnya.

Dalam melakukan perawatan, Aria mengaku tidak terlalu rumit. Sampah yang di dapat langsung di berikan sebagai makanan maggot pada bak bak pembesaran larva.

“Kami mendapatkan sampah organik dari beberapa mitra kami. seperti sampah sayur, buah buahan, dan sampah organik lainnya. kami olah dan langsung kami berikan sebagai makanan maggot”, ujarnya.

Sementara itu, Pendiri syrlarva, Syerdian Arif Prawira(25) mengungkapkan, saat ini masalah sampah menjadi masalah krusial. Jika terus di biarkan menimbulkan dampak negstif bagi lingkungan sekitar.

“Jika sampah tidak di kelola dengan baik akan menimbulkan permasalahan lingkungan. seperti penyakit dan bau yang tidak sedap. jadi saya berfikir bagaimana mengelola sampah menjadi bernilai ekonomis”, terangnya saat ditemui, (24/3).

Syerdian berharap, melalaui syrlarva kami dapat melakukan pemilahan dan pengolahan sampah. sehingga dapat mengurangi volume sampah di kota Bandar Lampung.

“Semoga terus berkembang dan apa yang kami kerjakan ini mendapat keberkahan, syukur ada yang menfasilitasi”jawabnya sambil tertawa

Selain fress maggot yang di manfaatkan sebagai pakan ternak, syrlarva fokus produksi dried maggot sebagai produk olahan.

“Turunan ini kaya akan protein dan asam amino yang baik untuk hewan. Bisa dimanfaatkan untuk menggantikan pakan pada produksi ikan dan unggas. Tekstur Dried Maggot mampu mengapung di air tanpa campuran bahan lain, jadi sangat cocok untuk pakan ikan hias,” jelasnya. (*)

Tulis Komentar

News Feed