oleh

KNPI Kecam Keras Manajemen RSUAM, Een: Ini Tragedi!

-HEADLINE, KOTA-933 views

Bandar Lampung – DPD KNPI Kota Bandarlampung mengecam oknum petugas dan manejemen Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek (RSUAM) yang kemarin diberitakan bersikap kasar saat melayani warga yang hendak menanyakan syarat dan prosedur pemeriksaan kesehatan terkait virus corona.

“Itu tragedi kemanusiaan yang sangat memalukan,” kata Seketaris DPD KNPI Bandarlampung, Een Riansah, Selasa (24/3).

Een mengaku ia sangat geram mengetahui kejadian itu. Sebab, menurut dia, dalam situasi pelik saat ini, pelayanan maksimal justru sangat dibutuhkan.

“Masak orang mau konsultasi soal prosedur pemeriksaan virus corona dijawab ketus begitu. Apakah untuk konsultasi itu bayar dulu ke petugasnya,” tanya Een.

Baca juga : Terlalu… Ditanya Soal Prosedur Periksa Corona, Petugas RSUAM Malah Ngomong Gini!

Sebelumnya Haluanlampung.com mengabarkan buruknya pelayanan RSUAM Abdoek Moeloek. Rumah sakit itu diduga gagal memahami  anjuran pemerintah terkait pentingnya pemeriksaan diri sendiri jika merasa tertular Covid-19.

Seorang warga yang datang hendak memeriksakan dirinya, Andri Meri Rusdianto dan anaknya, dibuat terkejut dan kesal dengan sikap dan pernyataan tenaga medis rumah sakit itu.

Begini kronologinya seperti disampaikan Andri kepada Haluanlampung.com.

Andri datang ke RSUAM hendak memeriksakan kondisi dirinya dan anaknya yang baru datang dari pondok pesantren di Kuningan, Jawa Barat.

Saya bersama keluarga datang ke RSUAM untuk melakukan konsultasi prosedur pemeriksaan Corona. Sempat bertanya ke perawat dan saya di arahakan ke bagian Poli paru-paru. Sesampai di sana bertanya lagi kepada petugas di bagian itu tentang prosedur pemeriksaan Corona.

Petugas itu malah jawab aneh-aneh. “Bapak mau bayar berapa?” gitu jawab petugasnya.

Kemudian Andri lanjut bertanya, “Tadi kan saya sudah bilang saya mau konsultasi soal pemeriksaan Corona, malah ibu jawabnya iya, didaftarin, terus dicatat dulu, kok tiba-tiba disuruh bayar,” ujar Andri bingung.

Perdebatan antara Andri dan petugas pelayanan pun terjadi.

Lalu, si petugas tersebut menjawab, “Bapak mau bayar gak.”

Ditantang begitu  Andri menjawab, “Tidak mau bayar, karena saya hanya mau bertanya, seperti apa prosedur pemeriksaan Corona, berkas apa saja yang perlu saya siapkan, kok jadi seperti ini,” jawab Andri.

Ehhh…si petugas petugas malah merespon sinis. Ia dengan  angkuhnya mendatangi temannya dan berkata, “Ini gak bayar, gak jadi,” kata si petugas kepada temannya.

Andri pun bertanya, “Maaf nama ibu siapa?”

Si petugas menjawab, “Saya Rosmala Dewi dan ini Raisa, silahkan kalau mau diramaikan,” dengan nada menantang.

Andri ketika dikonfirmasi via telepon  oleh Haluanlampung Group pukul 20:50 WIB, membenarkan kejadian itu.

Ia mengaku kaget dan heran dengan buruknya pelayanan rumah sakit tersebut.

“Saya sebagai masyarakat merasa layak untuk mendapatkan pelayanan. Semoga ini tidak terjadi kepada orang lain,” harapnya.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak Rumah Sakit Abdoel Moeloek belum dapat dikonfirmasi, perihal adanya kejadian yang menimpa Andri Meri Rusdianto beserta keluarga.(Ref)

Tulis Komentar

News Feed