oleh

Membubarkan Unjukrasa Mudah, Membubarkan Pesta Seperti Melawan Hati

Haluanlampung.com – Saat virus corona mewabah, membubarkan aksi demonstrasi atau pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan rasanya jauh lebih mudah dari pada membubarkan acara tukar cincin.

Meski sekarang ini hal itu dibenarkan sesuai instruksi pemerintah, tetap saja ada rasa sungkan untuk membubarkan secara paksa. Petugas harus punya cara jitu agar yang punya hajat tak kecewa dan upaya memutus rantai penyebaran virus corona dapat dilaksanakan.

Seperti yang baru saja terjadi di salah satu restoran di Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (25/03-2020).

Petugas Satpol PP, setempat terpaksa mengambil opsi terakhir membubarkan acara pesta tukar cincin pertunangan dua warga di kota itu setelah imbauan Satpol PP tidak dindahkan.

Maka, sejumlah Satpol PP pun dikirim lokasi acara. Sesampai di sana, Satpol PP justru tak berdaya karena tak cukup kuat “membekukan rasa kemanusiaaan” untuk sesaat.

“Susah ternyata, tak semudah yang dibayangkan, kami harus melawan hati dan perasaan. Apa boleh buat, karena menghormati Ibadah yang sedang berlangsung, maka pembubaran dilakukan setelah ibadah selesai,” ujar Kasat Pol PP Kota Manado, Waworuntu.(IWA)

Tulis Komentar

News Feed