oleh

Presiden Komisi Eropa: Terima Kasih China

Haluanlampung.com – China luar biasa, dan semoga terus menunjukan perkembangan terbaiknya melawan wabah virus corona setelah beberapa bulan lalu menjadi pusat perhatian dunia. Kini, China pun seakan ingin membayar pampasan petaka yang “dihamburkan” Kota Wuhan, dimana penyakit itu berawal.

Sebulan lalu, pemerintah Beijing super sibuk mengatasi situasi krisis di dalam negeri hingga mencemaskan dunia. Dunia cemas karena meragukan kemampuan pemerintah China dapat mengatasi penyebaran virus corona dengan cepat. Kecemasan itu didasari penilaian atas kemungkinan negara berpenduduk terbesar di dunia itu tidak siap melawan virus corona.

Kala itu, pemerintah China mengakui sangat membutuhkan masker dan peralatan medis untuk tenaga medis di pusat-pusat kesehatan dan masker untuk warga yang bertahan di pemukiman dan apartemen.

Hampir 80 negara dan puluhan organisasi internasional segera mengirimkan bantuannya, termasuk Indonesia yang membawa masker dalam jumlah terbatas saat menjemput ratusan WNI di negara itu.

Sekarang, situasi di China berangsur membaik yang ditandai menurunya secara drastis angka penularan Covid-19. Meski belum sepenuhnya pulih, China mulai memberikan bantuan kepada banyak negara yang hingga kini kewalahan melawan wabah corona.

Negara Jepang, Irak, Spanyol, Peru dan Italia, termasuk Indonesia telah menerima bantuan dari Palang Merah China.

China menyumbang jutaan masker ke negara-negara yang tengah berjuang menghadapi wabah virus corona. Langkah China membantu negara-negara lain dalam menghadapi wabah virus corona dipandang sebagai upaya Beijing untuk mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan global.

Beberapa pihak mengatakan, China bisa melakukannya karena punya pengaruh dan sumber dana yang memadai.

Namun tuduhan itu dikesampingkan seorang mantan menteri Italia, Michele Geraci. “Saya tidak tahu dan saya tak peduli,” katanya dalam satu wawancara, seperti dikutip New York Times.

Ia mengatakan yang penting sekarang ini adalah menyelamatkan nyawa rakyat.

Ia menambahkan kalau memang ada negara yang khawatir dengan tindakan China, mestinya negara itu yang mengulurkan bantuan ke negara-negara lain yang membutuhkan.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengatakan Januari lalu Uni Eropa mengirim 50 ton bantuan medis ke China.

Selain mengirim peralatan, China juga mengirim tim medis ke Italia untuk membantu penanganan wabah virus corona.

Sekarang giliran China membantu Uni Eropa, kata Ursula von der Leyen.

“Kami sangat berterima kasih dengan dukungan dari China. Kita harus saling membantu dalam masa-masa sulit seperti ini,” kata Ursula von der Leyen dalam pesan melalui Twitter.(IWA)

(sumber: BBC Indonesia)

Tulis Komentar

News Feed