oleh

Warga Banyu Urip Resah Atas Plang Klaim Tanah

PRINGSEWU- Pemasangan plang papan pengumuman klaim atas tanah yang dilakukan pihak penggugat Yeri Subianto, di depan Pasar Tradisional Banyumas, Pringsewu dikhawatirkan memicu keresahan warga.
Sebab, sengketa lahan yang selama ini dikelola pihak Bumdes Pekon Banyu Urip, masih dalam proses peradilan.
Kepala Pekon Banyu Urip Edy Sunaryo menegaskan jika pihak warga sudah pernah melakukan musyawarah dengan pihak Yeri Subianto akan tetapi hingga kini , belum ada penyelesaian.
“Kami khawatir masyarakat akan menjadi resah bila terus begini. Kami serahkan kasus ini kepada huasa hukum untuk ditindaklanjuti,” tegasnya, Rabu (25/3).

Terkait hal itu, Kuasa Hukum warga Yalpa Sabri, SH menegaskan, pihaknya akan menulusuri dan mempelajari sejauh mana putusan dari Pengadilan Negeri Kotaagung yang katanya sudah inkrah.
“Dengan adanya gugat mengugat terkait kasus ini, bila nanti saudara Yeri Subianto (pengugat) tidak terbukti atas kepemilikan tanah seluas 828meter persegi, saya selalu kuasa hukum masyarakat akan melakukan langka hukum,’ tegasnya.

Yalpa juga menegaskan jika pihak pekon tidak pernah digugat oleh saudara Yeri, tapi pihak Yeri melakukan pemasangan plang klaim atas tanah berdasarkan putusan pengadilan.
“Yang jadi pertanyaan, saudara Yeri ini gugat siapa? Sedangkan pihak pekon tidak pernah digugat oleh saudara Yeri Subianto, Saya akan minta putusan dari pengadilan, kalau tidak terbukti akan saya kejar siapa dan apa di balik ini,” tegasnya.

Terkait pemasangan plang ini, menurut Yalpa harus ada ijin dari pihak terkait.
“Dalam kasus ini harus ada izin dari pengadilan dan kepolisian dan intansi terkait, dalam pemasangan plang atas hak kepemilikan sesuai dengan putusan pengadilan dalam pembebasan tanah, nah ini tidak dilakukan oleh saudara Yeri juga kuasa hukumnya,” tandasnya. (her/JJ).

Tulis Komentar

News Feed