oleh

Pemenang Tender MTQ di UKPBJ Pringsewu Sudah Dikondisikan? Ini Indikasinya

Pringsewu – Tender makan dan minum pemodokan kafilah MTQ Tingkat Provinsi Lampung di Sekretariat Kabupaten Pringsewu terindikasi sarat mainan “Tender Kurung” alias perusahaan pemenang tender sudah dikondisikan.

Indikasi praktik “Tender Kurung” ditandai mundurnya pengumuman pembuktian kualifikasi yang semula dijadwalkan Senin, 16  Maret, secara cepat diubah di papan informasi LPSE ke tanggal 23 Maret 2020.

Haluanlampung Group menemukan banyak kejanggalan, dimana ada satu perusahaan, CV Regency Group memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata yang tergolong baru jadi  pada 10 Maret 2020 lalu.

Temuan itu diperoleh dari hasil investigasi wartawan tim media ini di dua Dinas, yani  Dinas Perizinan Satu Pintu dan Dinas Kesehatan.

Diduga kuat rangkaian proses lelang sudah mengarah kepada salah satu penyedia yang sudah jadi pengantin.

Tim Media ini telah berusaha melakukan konfirmasi dan klarifikasi ke bagian Pokja PBJ Kabupaten Pringsewu. Namun, Kepala Bagian (Kabag) UKPBJ  tidak ada di tempat.

Bahkan, tidak ada satupun Pokja PBJ berada di dalam ruangan kerja mereka.  Hanya ada satu pegawai PNS dan tenaga honorer lainnya, padahal, waktu baru menunjukkan pukul 14.37 WIB.

Dari hasil lelang tender belanja makan dan minum pemodokan kafilah MTQ yang akan dihelat di Islamic Center Asmaul Husna Kabupaten Pringsewu dan sesuai  papan informasi LPSE ditunjuk sebagai pemenang oleh panitia Pokja PBJ atas nama CV Regency Group yang sebelumnya sudah digadang gadang sebagai calon penyedia makan minum di MTQ Tingkat Provinsi Lampung.

Saat dikonfirmasi, A Budiman PM, sebagai Pengguna Anggaran (PA) di Sekretariat  Pemkab Pringsewu pun sedang tidak ada di tempat kerjanya.

Haluan Lampung  pun mengonfirmasi Sujarwo, Kabag Umum di Sekretariat Pemkab setempat.

Ia mengaku tidak tahu soal proses tender tersebut, karena, Pokja PBJ tidak bisa di intervensi oleh siapapun.

“Siapa pun yang menjadi pemenang harus kita dukung bersama sama, demi kesuksesan MTQ di Bumi Jejama Secancanan ini”, kata Sujarwo, Selasa (24/03/2020).

Dari penelusuran media ini menyimpulkan ada yang tak beres dalam proses tender belanja makan dan minum pemodokan kafilah MTQ Tingkat Provinsi. Dimulai dari main mata dalam pengaturan jadwal, dan kongkalikong antara perusahaan dengan oknum pegawai untuk memuluskan langkah perusahaan memenangkan tender proyek senilai  Rp2.4 miliar.

Didapati ada dua perusahaan tergolong baru mengantongi perizinan Tataboga.

Secara administrasi kejanggalan tampak jelas saat proses lelang tidak sesuai jadwal awal yang terpampang dalam kolom di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dengan nomor kode tender 2706337.

Sebelumnya, kode lelang dengan nomor 2706337 selalu terpantau dan didokumentasikan pada 3 Maret melalui screenshot tidak berubah. Namun dihari berikutnya, 14 Maret di papan informasi LPSE Kabupaten Pringsewu berubah drastis. Ada apa?

Dari papan informasi LPSE tersebut, tertulis pembuktian kualifikasi seharusnya digelar  16 Maret, namun berubah dimundurkan  23 Maret.

Diduga ada praktik kongkalikong antara Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) dan perusahaan yang diduga kuat sudah jadi pengantin dalam pengadaan makan dan minum pemodokan kafilah MTQ tingkat Provinsi yang akan dihelat pada tanggal 10 April di Islamic Center Asmaul Husna, Pekon Fajar Agung Barat, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu.

Perusahaan Pemenang Baru Mengurus TDUP

Usut punya usut, yang diduga pihak penyedia (pengantin) masih melakukan proses persyaratan dari Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) di Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPM-TSP) Kabupaten Pringsewu.

Informasi yang dihimpun tim media ini, Senin (16/03/2020) mendapatkan di Dinas Satu Pintu bagian pelayanan, dimana salah seorang pegawai mengatakan ada dua Perusahaan (CV) yang mengajukan untuk pembuatan TDUP Baru Jasa Boga, yakni CV North River tanggal 6 Maret dan CV Regency Group pada  10 Maret lalu.

Pada tanggal tersebut, Dinas Satu Pintu membagikan hasil TDUP ke Dinas terkait (DLH, Dinkes, dan Diporapar).

“Kami hanya sebatas itu, untuk pemilik sendiri yang mengambil kesini (Dinas Satu Pintu)”, ujar pegawai Dinas Satu Pintu yang enggan menyebutkan namanya.

Kabag PJB Sebut Proses Review Sah

Terpisah, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Kabag PBJ) mengatakan, proses review itu dalam peraturannya dibenarkan, apabila masih ada kekurangan secara administrasi.

Review itu, masih kata Nur Fajri, dari Pejabat Pembuat Komite (PPK) diajukan dan di diposisikan ke kelompok kerja (Pokja).

Kemudian dikoreksi oleh pokja.

“Kalau, ada yang tidak sinkron. Maka, Pokja akan mengembalikan ke PPK untuk di review ulang.

Dalam proses sah, tidak ada yang melanggar aturan,” kata Nur Fajri, Senin (16/03).

Soal mundurnya jadwal pembuktian kualifikasi, kata Nur Fajri, menurutnya ada kemungkinan penambahan waktu untuk evaluasi administrasi, kualifikasi, dan teknis lainnya.

Saat disinggung adanya calon penyedia yang diduga sudah di kondisikan, Kabag PBJ Nur Fajri tegas menepisnya.

“Pokja kerja secara profesional, terkait ada tidaknya penyedia yang dikondisikan, itu bukan ranah kami, adapun peserta tender ada yang kalah bisa melalui proses sanggah”, kilahnya.

Surat Permohonan Dihantar Pegawai Satu Pintu

Untuk mencari data lain terkait adanya peserta lelang tender makan dan minum pemodokan kafilah MTQ tersebut, wartawan  ini mencari informasi soal kebenaran persuhaan baru yang mengajukan permohonan izin di bidang tata boga dan catering di Dinas Kesehatan setempat.

Namun sayang, Kasi Perizinan di Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, Erawati tidak sedang ada ditempat.

Dan wartawan media inipun hanya bisa berkomunikasi dengan ibu Nana, kasi yang berbeda.

Nana mengatakan, sepengetahuan dirinya, Perusahaan CV Regency Group baru beberapa hari ini mengajukan permohonan, tepatnya pekan lalu tanggal 10 surat masuk yang dihantarkan oleh pegawai dinas satu pintu.

“Karena itu bukan bidang saya, silahkan mas besok datang lagi,” kata Nana, Selasa, (17/03/2020).

Baru Diteken Kadiskes

Di ruangan berbeda, Purhadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu membenarkan, pernah membubuhi tanda tangan untuk atas nama perusahaan tersebut.

“CV Regency Group atas nama Pak Eli, untuk hari dan tanggalnya saya lupa, namun, sekitar antar  Kamis atau Jumat kemarin, itulah yang saya tanda tangani,” katanya.

KPK Ponten Merah UKPBJ Kabupaten Pringsewu

Untuk diketahui pada  2019 lalu KPK bagian pencegahan saat melakukan monitoring ke Kabupaten Pringsewu.

Padahal, sudah memonten merah  UKPBJ Kabupaten Pringsewu.

Kala itu, yang menjadi catatan KPK ialah soal pengadaan barang dan jasa (PBJ) dan sistem pengadaan secara elektronik (LPSE) Kabupaten Pringsewu.

Bahkan, terpantau pegawai KPK Dian Patria pada hari itu, dalam kunjungannya sempat memasuki ruangan Kabag UKPBJ di Sekretariat Pemkab Pringsewu. Kamis, 21 November 2019 lalu.

Selanjutnya, Dian Patria, Kasatgas Pencegahan wilayah III KPK  di Novotel, Kamis, 18 Agustus 2019 lalu mengingatkan KPK  sudah mengetahui praktik pengaturan proses tender dengan tujuan memenangkan perusahaan tertentu. (Tim)

Tulis Komentar

News Feed