oleh

Corona itu Bagaimana Kita

Oleh: Ilwadi Perkasa

BUKA Google Anda. Lihatlah, dari kemarin Si Mbah mesin pencari masih menampilkan animasi Doodle yang meminta kita di rumah saja, sambil melakukan kegiatan positif, seperti berolahraga, membaca buku dan memanfaatkan sarana komunikasi untuk bersosialisasi dan memantau perkembangan di luar rumah.

Google sangat paham dengan prilaku kita, yang masih menganggap remeh Pandemi Covid-19. Google tahu, bahwa masih banyak orang berkeliaran di luar untuk urusan yang tidak penting. Google pun tahu, bahwa pemerintah tidak tegas memberlakukan anjuran berdiam di rumah.

Namun Google yang baik terus mengingatkan kita, hingga dirinya tetap mempertahankan animasi Doodle berdiam di rumah saja tampil sampai hari ini. Cobalah sentuh atau klik Doodle, maka Anda akan diarahkan ke hasil pencarian virus corona atau COVID-19. Anda akan dituntun untuk menuju situs-situs penting yang memberikan informasi terbaru terkait COVID-19.

Baca Juga :  Gerrr Lebaran: Berharap Herman HN - Yusuf Kohar Bermaaf-maafan, Mungkinkah?

Jika Anda gigih, Anda bisa menemukan satu situs berita www.harianhaluan.com yang menurunkan berita berjudul “Curiga Terinfeksi Virus Corona? Ini yang Perlu Dilakukan“. Berita dapat ditemukan pada page empat.

Tahukah Anda bahwa virus corona itu adalah virus yang lemah. tak berdaya dan punah jika tak menemukan inangnya. Maka, jangan dekati dia. Caranya mudah, diam di rumah, tidak ke mana-mana. Silakan keluar rumah, jika memang dirasa penting, namun harus tetap waspada.

Jangan sentuh benda apa apapun yang biasa sering disentuh orang. Jangan bersalaman, dan disiplinlah menjaga jarak, kalau perlu 3 meter (dianjurkan 2 meter). Jangan sentuh muka, mata, hidung, telinga, apalagi mulut. Manfaatkan corner yang menyediakan sabun atau hand sanitizer untuk cuci tangan.

Baca Juga :  Soal Data Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung, BNPB Mesuji Masih "Blank"

Setelah urusan beres, segeralah pulang dan cuci tangan kembali pakai sabun, sampai bersih. Sampai di sini mudah, bukan?

Ada yang bertanya, bukankah semua tempat bahkan jalan sudah disemprot disinfektan. Bukankah semuanya sudah dibersihkan?

Ini jawabannya.

Sudah disemprot, iya. Sudah “bablas coronane”, pasti belum. Sebab, tanpa disemprot disinfektan pun, virus corona yang menempel di benda mati akan mati sendiri. Banyak laporan menyebutkan virus corona akan mati dalam waktu 24 jam.

Bukan berarti penyemprotan disinfektan sia-sia. Aksi itu sangat membantu memutus tali rantai penyebaran Covid-19, dan perlu kita dukung dan apresiasi.
Namun sesungguhnya, aksi penyemprotan tak harus dilakukan terus menerus jika kita semua mentaati anjuran pemerintah untuk diam di rumah.

Seperti Google yang serba tahu, kita pun tahu bahwa tidaklah mudah bagi semua orang untuk diam di rumah. Banyak orang berkata, “Mau makan apa jika tak bekerja.” Itulah masalahnya. Pelik.

Baca Juga :  Menkeu Naikkan BLT Jadi Rp 2,7 Juta Per Kk Selama 6 Bulan

Tapi saya punya cara. Ayo kita semua diam di rumah, agar virus corona yang menempel di mana saja, lemah dan mati tak berdaya karena gagal “melantik” inangnya.

Ayo kita jaga kesehatan diri dan keluarga. Mari kita jadikan aksi diam di rumah sebagai alat perjuangan untuk menekan pemerintah mempercepat penanganan Pandemi Covid-19.

Kita pasti bisa, pemerintah pun tentu akan mengulurkan tangannya, membantu rumah tangga yang lemah ekonominya. (***)

Tulis Komentar

News Feed