oleh

Bisnis Perhotelan di Bandarlampung KO Duluan, Tamu Minim Banquet Nol Order

Haluanlampung.com – Kejayaan bisnis perhotelan di Bandarlampung runtuh dengan cepat seiring turun drastisnya tingkat hunian kamar dan banquet event order semasa Pandemi Covid-19.

Sebanyak 12 hotel di Bandarlampung dilaporkan berhenti beroperasi karena kehilangan tamu hingga 70-80 persen. Sementara Banquet Event Order yang menjadi sumber revenue utama hotel kini berada pada titik nol order akibat kebijakan larangan berkumpul atau berkerumun.

12 hotel yang tutup operasional sementara diantaranya Yunna Hotel, Hotel Sheraton, Kampung Wisata Tabek Indah, Swiss Belthotel, Rumah Kayu, Hotel Bandara Syariah, Hotel Sahid, Nusantara Syariah, Hotel Emersia, Hotel Marcopolo, Lembah Hijau dan Suak Sumatera Resort.

“Dari 31 Maret hingga 1 April tercatat ada 12 hotel yang tutup operasi sementara karena memang hunian sangat rendah sekali. Hunian rata-rata per malam hanya berada dalam kisaran 4-5 orang,” kata Raban, Wakil Sekretaris Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Lampung, Senin (6/4).

Baca Juga :  IDI Setuju Tarif Tertinggi Untuk Rapid Test Sebesar Rp150 ribu

Menurutnya, sebagian hotel di Lampung telah mengistirahatkan atau merumahkan karyawan, menggurangi pemakaian listrik, dan penjualan menggunakan sistem blok.(IWA)

Tulis Komentar

News Feed