oleh

Gilanya Militer AS dan Rusia, Stres Karena Corona Saling Ancam Gunakan Senjata Nuklir

Haluanlampung.com – Militer Amerika Serikat stres, bahkan menjurus sudah gila, militer Rusia juga sama. Militer kedua negara mengaku siap menggunakan senjata nuklir jika akhirnya serangan wabah Virus Corona atau COVID-19 yang mewabah dunia berakhir dengan konflik bersenjata.

Pernyataan tak lazim di tengah wabah corona itu pertama kali dilontarkan Komandan AF Global Strike Amerika, Jenderal Timothy M Ray baru-baru ini seperti dilansir Almasdar.

“Yakinlah, kami telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan pasukan pembom dan ICBM kami siap untuk pergi dan dapat mencapai target apa pun di planet ini kapan saja. Kami sepenuhnya siap dengan misi dan COVID-19 tidak akan mengubahnya. Pasukan kami terus mempertahankan tingkat kesiapan dan respons yang sangat tinggi,” kata Tim.

Pernyataan Tim ini keluar setelah banyak desas desus yang menyebutkan sebagian besar armada perang Amerika Serikat dalam kondisi lumpuh akibat banyak personel yang terinfeksi corona.

Tim menyatakan, personelnya aman dari corona terutama awak pesawat rudal dan setiap saat bisa dikerahkan untuk menjalankan misi mengerikan itu. Tim menuturkan awak pesawat pembom telah diisolasi untuk menghindari dari corona.

“Kami dibayar untuk melakukan misi ini dalam semua kondisi. Bukan hanya beberapa, tetapi semua kondisi. Ini adalah keadaan yang mengerikan, tetapi kita harus siap untuk melakukan pekerjaan ini dalam keadaan yang jauh lebih buruk,” katanya.

Perlu diketahui sejauh ini berdasarkan data dari Departemen Pertahanan Amerika Sertikat, hingga akhir bulan April 2020 sudah lebih dari enam ribu prajurit militer Amerika terinfeksi corona.

Respons Rusia

Respons atas penyataan aneh militer AS dijawab militer Rusia. Rusia yang juga memilki rudal balistik nuklir, balas mengancam bakal meledakkan AS dengan senjata nuklirnya.

Pernyataan keras itu disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menanggapi langkah Pentagon dan USAFGSC yang telah melengkapi kapal selam Angkatan Laut AS dengan rudal balistik hulu ledak nuklir berkuatan rendah atau yang dikenal dengan W76-2.

Maria menegaskan, setiap serangan menggunakan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam AS, terlepas spesifikasi rudal itu memiliki hulu ledak rendah atau tidak, itu merupakan tindakan berbahaya dan tindakan destabilisasi.

Sehingga, Rusia akan melihat itu sebagai serangan nuklir dan akan memberikan balasan yang setimpal atas serangan tersebut.

“Mereka yang ingin berbicara tentang kemampuan nuklir Amerika harus menyadari bahwa di bawah doktrin militer Rusia, langkah-langkah seperti itu akan dianggap sebagai alasan untuk menanggapi dengan senjata nuklir oleh Rusia,” kata Maria Zakharova dikutip dari Al-Masdar News, Jum’at, 1 Mei 2020.

Ray sebelumnya melontarkan pernyataan yang memicu ketegangan, bahwa AS akan menggunakan senjata nuklirnya jika pandemi Virus Corona atau COVID-19 berakhir dengan konflik.

Tak cuma Ray, beberapa waktu lalu Pentagon menyatakan akan membekali beberapa kapal selam (SLBM) Angkatan Laut AS dengan rudal balistik hulu ledak nuklir berkekuatan rendah untuk memperkuat pertahanan Angkatan Laut AS.

Bahkan, di dalam situs resmi Departemen Luar Negeri AS telah disebutkan, bahwa Amerika Serikat telah mengembangkan hulu ledak nuklir berkekuatan rendah W76-2 dan memasok beberapa rudal balistik UGM-133A Trident II di kapal selam milik mereka.(*/iwa)

Tulis Komentar

News Feed