oleh

Dominasi Klaster Temboro Bukti Kelalaian di Pangkal Penanganan

Bandar Lampung – Dikehahui Klaster Temboro menjadi klaster baru penularan virus corona (Covid-19) di Provinsi Lampung sejak awal Mei ini setelah didapati 7 orang dinyatakan terinfeksi positif corona dari klaster ini.

Sebelumnya juga terdapat sejumlah klaster lainnya seperti Klaster Bogor, Klaster Jakarta, Klaster Gowa, dan Klaster Yogyakarta.

Efek domino penularan klaster Temboro berayun kencang sejak 53 rombongan santri pondok itu pulang ke Lampung, dimana 6 orang dinyatakan terinfeksi virius coronan, dan satu orang positif lainnya merupakan hasil tracing.

Hari ini, Kamis (21/05), efek domino penularan ternyata masih berlangsung hingga menambah jumlah orang terinfeksi Covid-19 di Lampung melambung menjadi 101 kasus.

Hasil telusur menunjukkan bahwa efek penularan klaster Pondok Pesantren Temboro, Magetan, Jawa Timur sangat dominan yang dipicu oleh penambahan dari orang tanpa gejala (OTG).

Baca Juga :  Danrem 043/Gatam Pimpin Penyerahan Tugas Dandim 0411/LT dan Dandim 0427/WK

Terlepas dari alasan Kadiskes Lampung Reihana yang menjelaskan, penambahan 16 orang dalam satu hari ini akibat hasil swab sempat tertahan cukup lama di Palembang, harus diakui bahwa dominasi klaster Temboro menunjukkan bahwa ada kelalaian pada pangkal, yakni saat menangani kepulangan para santri tersebut.

Melihat perkembangan kekinian, di mana pasar dan pusat perbelanjaan ramai menjelang lebaran, sangat berpotensi memunculkan klaster baru penularan beberapa minggu ke depan.

Untuk itu, Tim Satuan Gugus Penanganan Covid-19 sebaiknya meningkatkan pengawasan dan menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan pada titik-titik keramaian.

Cukuplah, Temboro menjadi pengalaman, bahwa “busuk” di pangkal penanganan akan berbuah penularan di bulan depan.

(IWA)

Tulis Komentar

News Feed