oleh

Perempuan Tewas Tergantung di Jemuran, Polisi Andalkan Kesaksian Bocah 4 Tahun

Haluanlampung.com – Untuk mengungkap siapa dan motif pembunuhan bocah perempuan yang tergantung di jemuran, Polres Bima Kota andalkan saksi kunci masih di bawah umur. Saksi kunci tersebut kini diasesmen psikolog.

Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo mengatakan kegiatan asesmen dilakukan seorang psikolog terhadap saksi kunci dari kejadian yang menimpa bocah perempuan tersebut. Selain asesmen, juga dilalukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Meskipun demikian kata Kapolres Haryo Tejo, penyidik masih merampungkan segala yang perlu untuk melengkapi tahapan ini sehingga bisa ditetapkan tersangka.

“Gelar perkara baru dilakukan Sabtu 23 Mei esok. Semoga hasilnya bisa ada titik terang untuk penetapan tersangkanya,” kata Kapolres Haryo Tejo melalui pesan pendeknya dari Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (22/5/2020).

Baca Juga :  Duel Berdarah di Hari Lebaran, Korban Mati Dikepruk Linggis

Sementara itu Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima Juhriati mengaku melakukan asesmen kepada S (4), saksi kunci kasus kematian tak wajar yang menimpa kakaknya itu.

Dia mengatakan aksi asesmen dilakukan psikolog yang diterjunkan LPA Provinsi NTB. Aksi (asesmen) ini dilalukan untuk mengetahui dan mengembalikan kondisi psikologis S juga orang tuanya dari traumatik atas kejadian yang dialami tersebut.

“Alhamdulillah kondisi trauma dan beban saksi S sudah berkurang setelah diasesmen. Begitu juga ibu dan bapak korban. Semoga kedepan segera pulih,” kata Juhriati.

Seperti diketahui, seorang bocah perempuan ditemukan tewas tergantung di jemuran sebuah kosan di Kota Bima, Provinsi NTB, Kamis (14/5/2020) lalu. Pihak penyidik bergerak cepat lalu melakukan otopsi terhadap jenazah korban karena banyak kejanggalan. Hasilnya ada sejumlah bukti yang mengarah kepada kematian tak wajar. Bahkan diduga kuat bocah tersebut sebelum meninggal sempat diperkosa.

Baca Juga :  Disiapkan, Skenario New Normal agar ASN Dapat Bekerja Optimal

Penyidik pun lalu melakukan pemeriksaan DNA pembanding dari seorang terduga tersangka dan dikirim ke laboratorium forensik di Denpasar-Bali untuk kepentingan pencocokan sejumlah bukti yang sudah terlebih dahulu diamankan penyidik dari hasil autopsi.(*/iwa)

Tulis Komentar

News Feed