oleh

Gerrr Lebaran: Berharap Herman HN – Yusuf Kohar Bermaaf-maafan, Mungkinkah?

HARI kita tetap berlebaran, meski dalam situasi yang kurang, bahkan mungkin tidak menyenangkan. Apa boleh buat, tapi yakinlah badai Pandemi Covid-19 ini pasti akan berlalu. Semoga lebaran di tahun depan, kita bisa bebas berjabat tangan saat bermaaf-maafan.

Hal terbaik yang bisa kita lakukan dalam situasi lebaran saat Pandemi sekarang adalah menahan diri. Tak usah frustasi karena gerak dibatasi. Diam di rumah adalah pilihan terbaik untuk pribadi-pribadi yang hari ini kembali fitri.

Berilah maaf kepada siapa pun. Sampaikanlah maaf dengan hati tulus.

Dan ngomong-ngomong soal maaf memaafkan, tak ada salahnya kita meminta teladan dari para pemimpin yang sampai hari ini masih tidak akur, dan tidak saling menegur. Setop permusuhan, ayo berbaikan, rujuk demi kemaslahatan negeri dan akhirat.

Baca Juga :  Gubernur Arinal Terima Bantuan CSR Penanganan Covid-19 dari J Trust Bank

Teladan dimaksud adalah adanya ucapan saling memaafkan antara Walikota Bandarlampung Herman HN dengan Wakil Walikota M Yusuf Kohar.

Sebab, sebentar lagi, kedua pemimpin di Bandarlampung ini akan mengakhiri masa jabatannya. Dus, lebaran tahun ini adalah lebaran terakhir periode kepemimpinan keduanya.

Maaf, “permusuhan” kalian sudah terlalu lama. Tak elok diterus-teruskan. Maka, Rujuklah!

Sekedar mengingatkan, kalian berdua dulu kompak berkampanye di bulan ramadan, dan akhirnya terpilih sebagai pasangan walikota dan wakil walikota dengan perolehan suara mayoritas.  Kalian memulai tugas pun tak lama setelah lebaran, di mana kala itu masih sempat bersalam-salaman.

Sekarang, kami ingin melihat kalian kembali berjabat tangan, saling bermaafan.

Pak! Beri kami teladan.

Baca Juga :  Kodim 0410/KBL Bersama Satgas Penanganan Covid-19 Himbau Penegakan Prokes di MBK

(iwa)

Tulis Komentar

News Feed