oleh

Apakah Ada?

-Opini-124 views

Oleh: Ilwadi Perkasa

 

 

ANDAI ada pemimpin di Lampung terpapar Covid-19, kira-kira: apakah ada yang akan menangisinya? Lalu, setelah pemimpin itu dinyatakan sembuh, apakah ada yang bersuka cita merayakannya?

Menjawab pertanyaan itu, mungkin susah-susah mudah atau barangkali juga mudah-mudah susah. Padahal, jawabnya sangat mudah: Ada!

Jelas, pasti ada yang menangisinya, dan pasti pula ada yang bersuka cita kala pemimpin itu sembuh akhirnya. Tapi banyak kah? Atau cuma ada dalam bilangan jari?

Mari tengok ke belakang, kita lihat sejumlah kasus pejabat di daerah lain atau pejabat negara setingkat menteri, misalnya, yang pernah terpapar virus corona, lalu sembuh. Apakah ada (banyak) yang menangisinya lalu apakah banyak orang yang bersuka cita setelah ia dinyatakan sembuh.

Baca Juga :  E-voting VS Perppu Sanksi Protokoler Kesehatan Covid-19

Apakah pernah ada berita di media massa yang mengabarkan, ada menteri, kapolda, walikota, bupati, kadis atau lainnya yang terpapar corona ditangisi masyarakatnya, lalu ketika sembuh beramai-ramai orang merayakannya.

Tahukah pembaca, soal ada yang sebenar-benarnya ada itu baru saja ada di Komplek Tani Mulya RT 01/03 Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Seorang pemimpin di desa itu bulan lalu terpapar Covid-19, lalu banyak warga yang menangisinya. Tak kalah hebatnya, setelah ia dinyatakan sembuh Kamis siang tadi (11/06), warganya berbondong-bondong ke luar rumah merayakan kesembuhannya. Ada eforia di sana, ada tangis bahagia.

Dia adalah Setyo Winarto. Cuma Ketua RT yang tadi siang diarak orang sekampung, didudukin di atas kursi, lalu dibawa berkeliling di areal kompleks dengan iringan tetabuhan rebana sebagai wujud suka cita.

Baca Juga :  Tunda Pilkada!

Ini bukan spontanitas biasa. Ini adalah wujud kecintaan “rakyat” kepada pemimpinnya. Pak RT itu pastilah orang baik, hingga sangat dihormati warganya.

Lalu, saya kembali bertanya, kira-kira apakah ada pemimpin di Lampung, andai ada yang terpapar virus corona ditangisi masyarakatnya, lalu bersuka cita ketika pemimpinnya sembuh?

Semoga saja (Ada)?

Tulis Komentar

News Feed