oleh

PPDB 2020 Empat Jalur Terbuka, Bagaimana Dengan Nasib Calon Siswa Didik

Bandarlampung — Banyak orang tua calon siswa didik Sekolah Menengah Atas (SMA) yang risau disebabkan pendaftaran melalui jalur zonasi tidak di terima, (Penerimaan Peserta Didik Baru) PPDB tahun 2020 ini calon siswa hanya diberikan satu pilihan sekolah, ada empat jalur PPDB yang dibuka oleh sekolah, jalur Zonasi yang terbanyak sebesar 50 persen dari kuota peserta didik, sisanya jalur Afirmasi (Keluarga tidak mampu) sebanyak 15 persen, jalur prestasi 30 persen dan jalur pindahan sebanyak 5 persen, Sepertinya di masa pademi Covid-19 ini disinyalir akan banyak calon siswa yang putus sekolah, bagaimana tidak banyak pekerja yang terkena imbas akibat pademi ini yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sementara aturan dibuat sebelum terjadi pademi Covid-19, bagaimana langkah pemerintah menghadapi ini, sementara pihak sekolah hanya mengatakan, kami hanya menjalankan aturan yang berlaku, Permen 44 tahun 2019, akankah nasib siswa banyak yang putus sekolah.

Baca Juga :  Sindikat Pengedar Dolar Palsu Dibekuk

Salah satu orang tua calon siswa yang mendaptar melalui jalur Zonasi sekolah mengeluhkan kepada wartawan saat ditemui di salah satu sekolah menengah atas (SMA), MS menceritakan kalau di kecamatannya tidak ada SMA Negeri hingga anaknya mendaptar melalui Zonasi di Kecamatan tetangganya, yang berjarak sekitar 4 kilometer, “Ya anak saya jelas tidak diterima karena yang diterima yang terdekat, sementara pilihan hanya satu sekolah, kalau mau sekolah di sekolah swasta dalam kondisi Covid-19 saat ini darimana kami uang, suami saya pensiunan, sementara di sekolah swasta biayanya termasuk besar, Keluh MS pada awak media.

hal yang sama di ungkapkan Maman salah satu dari keluarga tidak mampu tapi belum terdata oleh pemerintah juga mengeluhkan hal yang sama, Bagaimana saya akan menyekolahkan anaknya setingkat SMA, melalui jalur Zonasi ga diterima mau pakai jalur keluarga tidak mampu saya belum terdata, ya terpaksa liat nanti anak saya bisa disekolahkan atau tidak, Ungkap Maman.

Baca Juga :  Babak Baru, Penyelewengan BPNT Oleh Oknum PSM

Kepala Sekolah SMAN 12, Mis Alia mengungkapkan bahwa kuota zonasi di SMAN 12 sebanyak 170 siswa, 50 persen dari jumlah seluruh kuota.

“Jadi siswa yang masuk jalur zonasi itu yang rumahnya lebih dekat dari sekolah, Wayhalim masuk zona kami, tapi yang diterima yang lebih dekat dari sekolah,” ungkapnya, senin (22/06/2020)

Ia menjelaskan pihaknya telah memverifikasi bagi siswa yang diterima menggunankan domisili.
“Kami bersama pihak kepolisian selama tiga hari (Jumat-Minggu) turun langsung mendata siswa yang menggunakan surat keterangan domisili, kami tanya tetangganya, RT nya, kalau memang benar siswa tersebut tinggal disana sudah 1 tahun kami validasi, pengumuman pasti nanti malam karena saat ini kami masih mendata para siswa yang masuk namun data belum valid,” tandasnya. (*)

Tulis Komentar

News Feed