oleh

Menteri Tjahjo Kumolo: Produktivitas ASN Jangan Turun Saat Pandemi

Haluanlampung.com – Kondisi normal baru mengharuskan kita semua untuk tetap produktif dengan situasi yang berbeda dari biasanya.
Sebagai aparatur sipil negara (ASN), penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan publik dituntut tetap berjalan dengan baik walaupun sistem kerja berbeda dengan sebelum pandemi.

“Jangan sampai pandemi Covid-19 menurunkan produktivitas kerja kita semua,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo pada acara Kementerian PANRB Mendengar dengan tema Birokrasi di Era Disrupsi dan Tatanan Normal Baru: Mewujudkan Sistem Kerja dan Manajemen SDM yang Efektif, Efisien, Transparan, dan Akuntabel Berbasis IT, Senin (22/6) dikutip dari Website KemenpanRB.

Menteri Tjahjo mengajak seluruh instansi pemerintah untuk mulai melakukan pengaturan kerja secara fleksible (flexible working arrangement/FWA). “Instansi pemerintah harus mulai mengatur pembagian pegawai yang bekerja di kantor atau bekerja di rumah,” tuturnya.

Baca Juga :  Penyelundupan 400 Ekor Burung Kacer Digagalkan

Dalam tatanan normal baru ini, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mereka yang bekerja di kantor. Penataan ruangan perlu dipertimbangkan karena diharuskan untuk menjaga physical dan social distancing. Untuk itu perlu untuk mengatur ulang tata letak dalam ruang rapat, ruang kerja, dan ruang pelayanan.

Selain itu, pengaturan standar-standar fasilitas yang harus dipenuhi untuk setiap perkantoran, seperti penyediaan tempat hand sanitizer, wastafel cuci tangan, ruang kerja yang berjarak cukup antara satu pegawai dengan pegawai lainnya.

Dengan adanya penyesuaian sistem kerja ASN, ternyata memerlukan dukungan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi. Pemberian pelayanan kepada masyarakat perlu menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) dengan memanfaatkan aplikasi layanan elektronik.

Baca Juga :  Tabrakan Beruntun 6 Mobil dan 2 Sepeda Motor di Jalinbar Pekon Kotadalom

“Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, yang meningkat akibat pandemi Covid-19, memaksa kita untuk mau tidak mau menyesuaikan dengan kondisi dimana kultur/budaya digital mulai merambah,” pungkasnya.

Seminar daring Kementerian PANRB tersebut digelar sebagai upaya untuk menyerap masukan terhadap kebijakan di era disrupsi dan tatanan normal baru. Narasumber yang hadir antara lain Dekan Fakultas Ilmu Administrasi UI Eko Prasojo, Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Rhenald Kasali, Direktur SDM Blue Bird Group Pambudi Sunarsihanto, dan Deputi bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni. (Kpan/JJ).

Tulis Komentar

News Feed