oleh

Ada “Hantu” Bergentayangan di PPK Dinkes Kota Metro Minta Fee Proyek, Mengaku Diperintah Kadis!

Metro – Proses lelang ulang proyek di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro terendus aroma tak sedap. Ada oknum yang bekerja seperti hantu, menghubungi rekanan lalu meminta sejumlah uang (fee) kepada rekanan potensial.

Kuat dugaan, oknum yang mengaku orang suruhan Kadiskes Kota Metro itu, ingin menghambat peluang rekanan CV. Putra Aji Baru (PAB) yang diketahui paling potensial sebagai penawar nomor urut terendah untuk mendapatkan proyek.

“Keberadaan oknum di PPK Dinkes Metro itu menghantui kami. Dia minta kami menyetor sejumlah uang, kalau tidak perusahaan kami digugurkan,” ujar Nizar, dari CV. Putra Aji Baru (PAB), Sabtu (27/06/2020).

Aksi pemerasan dan mengancam itu dilakukan oleh oknum itu diduga terkait dengan finalisasi lelang proyek Rehabilitasi Ruang Puskesmas Banjarsari (Rp1 miliar), Penambahan Ruangan Puskesmas Karangrejo (Rp 2 miliar), dan proyek Penambahan Ruangan Puskesmas Tejoagung (Rp2 miliar).

Baca Juga :  Penyelundupan 400 Ekor Burung Kacer Digagalkan

Nizar menceritakan, pada Jumat, 19 Juni 2020 lalu jam 11.00 WIB seseorang yang mengaku diperintak kadis menghubunginya. Oknum itu menghubunginya lewat telepon selular, mengaku dari tim Pokja Pak Dedi.

Oknum tersebut memberitahukan bahwa PPK ketiga paket tersebut ingin menghubungi Pak Eko Subroto.

Setelah menyebut nama Pak Eko, oknum yang mengaku PPK tersebut mulai melancarkan maksudnya. Ia menyampaikan, bahwa sesuai arahan kepala dinas kesehatan, ia meminta rekanan menyetorkan uang Rp75 juta dengan imbalan akan memberikan salah satu paket yang di mana CV PAB menjadi rekanan paling potensial sebagai penawar terendah nomor urut 1 pada proyek Rehab Puskesmas Banjarsari dan Penambahan Ruangan Puskesmas Karangrejo.

Baca Juga :  Pemkab Waykanan Bersama TP-PKK Berikan Bantuan Kepada UMKM di Waykanan

Lalul, berselang 30 menit kemudian ada SMS dari nomor oknum yang mengaku PPK Diskes Metro yang mengirimkan nomor rekening.

Karena Nizar tak berniat bermain kotor, ia mengabaikan pembicaraan telepon dan SMS tersebut.

Karena merasa diacuhkan, si oknum nekat mengirim SMS yang berisi ancaman: akan menggugurkan perusahaannya bila tidak dapat memenuhi permintaanya.

Sementara itu, Eko Subroto saat di hubungi haluanlampung membantah dirinya telah melakukan pembicaraan dengan salah satu rekanan terkait permintaan sejumlah uang.

Eko juga menyatakan siap dilaporkan kepada aparat untuk membuktikan rekaman dan SMS tersebut.

Dari pantauan tim redaksi di LPSE Kota Metro, ke tiga paket Dinas Kesehatan Kota Metro telah lolos satu rekanan.

Baca Juga :  Hari Bhyangkara, 48 Personil Polres Lampung Utara Naik Pangkat

Sementara pihak CV. PAB hingga kini belum menerima undangan dan diberitahu klarifikasi yang dibutuhkan.

(*/ver)

Tulis Komentar

News Feed