oleh

Gile Bener…di Mesuji Pekerja Proyek Pembangunan SUTET Dibiarkan Tanpa Pelindung Diri

-DAERAH, HEADLINE, MESUJI-1.938 views

Mesuji – Yang begini nih, seharusnya tidak boleh terjadi. Haluanlampung.com melihat langsung ada puluhan pekerja proyek pembangunan transmisi listrik dan tower saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) di Mesuji tidak mengenakan atribut pelindung diri atau fasilitas Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja (K3). Bahkan, ada anak-anak ikut bekerja. Ngeri!.

Proyek SUTET itu berada di Desa Talangbatu, Kecamatan Mesujitimur ini pada Sabtu. Terpantau Sabtu, (27/6/2020) siang. Pemandangannya mengerikan, di mana tidak ada pengawasan dari pihak yang berwenang.
Wartawan haluanlampung.com di Mesuji melaporkan, puluhan pekerja itu adalah masyarakat sekitar. Mereka bekerja tanpa instruksi atau pendampingan dari seorang tenaga ahli konstruksi.

Ketika diwawancarai, Agung, Pelaksana Proyek dari PT. KRISTI mengakui pihaknya mempekerjakan puluhan pekerja tersebut dengan perjanjian kerja upah borongan.

Baca Juga :  Pemkab Waykanan Diminta Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka bagi PAUD

“Mereka kerja sistem borongan. Terserah penerima borongan mempekerjakan beberapa orang. Kami tahunya pekerjaan selesai. Ya itu, sampai ke pekerjaan galian pondasi tiang sutet pun kami borongkan ke masyarakat,” ujar Agung acuh.

Agung tampak angkuh dan jelas dari raut wajahnya tak cemas dengan keselamatan para pekerja.

Ia enggan berkomentar banyak. Bahkan dirinya menolak berbagi kontak nomor telpon pihak pengawas PLN kepada awak media.

“Bukan subtansi saya memberitahu nomor telpon pihak PLN. Tanya aja ke Pak Kades Sulham,” ketusnya.

Tak tega melihat para pekerja diperlakukan seperti itu, haluanlampung.com menghubungi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Mesuji.

Disnakertrans Mesuji berjanji segera turun mengcek ke lokasi proyek.

Baca Juga :  Miliki Sabu dan Ekstasi, Warga Tanjung Anom Diamankan

“Senin atau Selasa, kami ke sana,” ujar Kabid HI & Jamsostek Disnakertrans Mesuji, Roli melalui sambungan seluler.

Terkait pemberian sanksi pelanggaran, Roli menyatakan siap berkordinasi dengan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Lampung setelah cek ke lapangan nantinya.(rado)

Tulis Komentar

News Feed