oleh

Wes Ewes ewes… Reshuffle Kabinet Biar Beres

Haluanlampung.com – Tak tahan melihat kinerja kabinetnya yang biasa-biasa menghadapi krisis akibat Pandemi Covid-19, Presiden Joko Widodo akhirnya meluapkan perasaannya yang campur aduk, jengkel, kesal dan sedih.

Jokowi ingin Kabinet Indonesia Maju dapat mengambil langkah extra ordinari atau kebijakan luar biasa di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Sudah seharusnya, tegas Jokowi, para menteri dan kepala lembaga negara mengambil kebijakan-kebijakan dalam menangani situasi krisis dalam tiga bulan ke belakang maupun tiga bulan ke depan.

“Kita juga mestinya juga semuanya yang hadir di sini sebagai pimpinan, sebagai penanggungjawab. Kita yang berada di sini ini bertanggungjawab kepada 267 juta penduduk Indonesia. Ini tolong digaris bawahi, dan perasaan itu, tolong kita sama. Ada sense of crisis yang sama,” kata Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Kamis 18 Juni 2020.

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa Organisation for Economic Co-operasation and Develoment (OCED) telah menyampaikan bahwa ekonomi dunia telah terkontraksi hingga bisa mencapai minus 7%.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta jajarannya untuk mempunyai langkah yang sama dalam mengantisipasi potensi krisis ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

“Bank Dunia menyampaikan bisa minus 5 persen. Perasaan ini harus sama. Kita harus ngerti ini. Jangan biasa-biasa saja, jangan linear, jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali kita. Saya lihat masih banyak kita yang menganggap ini normal,” ucapnya.

“Lha kalau saya lihat bapak ibu dan saudara-saudara masih melihat ini sebagai masih normal, berbahaya sekali. Kerja masih biasa-biasa saja. Ini kerjanya memang harus ekstra luar biasa, extra ordinary,” tegas Jokowi.

Jokowi meminta agar Kabinet Indonesia Maju mempunyai perasaan dan kebijakan yang sama dalam menangani krisis lantaran pandemi corona.

“Perasaan ini tolong sama. Kita harus sama perasaannya. Kalau ada yang berbeda satu saja, sudah berbahaya. Jadi, tindakan-tindakan kita, keputusan kita, kebijakan kita suasananya harus suasana krisis. Jangan kebijakan yang biasa-biasa saja menganggap ini sebuah kenormalan. Apa-apaan ini?” imbuhnya.

Kepala Negara menegaskan, kementerian dan lembaga tak lagi mengambil langkah yang biasa dalam mengadapi pandemi corona. Bahkan, dirinya siap menerbitkan Perppu hingga Perpres sebagai payung hukum dalam mengambil kebijakan extra ordinary tersebut.

“Kalau perlu kebijakan Perppu, ya Perppu saya keluarkan. Kalau perlu Perpres, ya Perpres saya keluarkan. Kalau sudah ada peraturan menteri, keluarkan. Untuk menangani negara tanggung jawab kita kepada 267 juta rakyat kita. Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ! Ini apa nggak punya perasaan? Suasana ini krisis,” tegas Jokowi.

(*/iwa)

Tulis Komentar

News Feed